Liputan6.com, Jakarta Cristiano Ronaldo kembali melontarkan kritikan pada Manchester United atau MU. Ronaldo menyesalkan keputusan manajemen klub membawa Ralf Rangnick sebagai pelatih kepala sementara menyusul kepergian Ole Gunnar Solskjaer November lalu.
Rangnick secara mengejutkan ditunjuk sebagai manajer sementara di Old Trafford Desember lalu setelah pemecatan Solskjaer. Namun, pelatih asal Jerman itu tetap memegang peran itu hingga akhir musim.
Advertisement
Pria berusia 64 tahun itu sebagian besar dikenal karena pekerjaannya sebagai direktur sebelum kedatangannya di Manchester. Sebelumnya, dia telah menjadi manajer olahraga dan pengembangan di Lokomotiv Moscow sebelum pindah ke Man United.
Menurut Ronaldo, Rangnick saat itu tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena sudah tidak menjadi pelatih kepala sejak 2019 sebelum kedatangannya di Old Trafford. Namun, dia senang jika dipanggil "bos".
"Tentu saja, kami harus memanggilnya bos karena dia mengambil pekerjaan itu terlepas dari apa pun - semua pelatih yang saya miliki selama karier, saya memanggil mereka bos karena pekerjaan itu, kami harus memanggil mereka seperti itu," kata Ronaldo.
Mengejutkan
"Namun, saya tidak pernah melihatnya sebagai bos karena saya melihat beberapa poin yang tidak pernah saya setujui," ujar Ronaldo.
"Yang bagi saya lebih mengejutkan saya. Yaitu ketika Anda memecat Ole Solskjaer, Anda harus membawa manajer top, bukan direktur olahraga."
Gaya Sepak Bola
Ronaldo juga tampak membidik Rangnick karena gaya sepak bolanya yang kerap disebut gegenpressing.
"Sejujurnya, Piers, itu adalah sesuatu yang saya tidak mengerti. Ini adalah pelatih baru yang datang, mereka pikir mereka menemukan Coca Cola terakhir di padang pasir ... Saya tidak mengerti sepak bola yang menciptakan banyak, bertahun-tahun," tambahnya.
“Tetapi saya menghormati pelatih mana pun, setiap pendekatan yang berbeda, pendapat yang berbeda, mentalitas yang berbeda, tetapi beberapa poin yang tidak saya setujui. Saya pernah mendapat pelatih terbaik di dunia: [Zinedine] Zidane dan [Carlo] Ancelotti, [Jose] Mourinho, Fernando Santos, [Massimiliano Allegri]... jadi saya punya beberapa pengalaman karena saya belajar dari mereka," ujarnya.