Duh, Tiga Pria Ditangkap Polisi Qatar Akibat Jual Tiket Piala Dunia 2022

Tiga pria ditangkap kepolisian Qatar karena menjual kembali tiket Piala Dunia 2022. Para calon bergentayangan untuk mencari korban fans yang belum beli tiket.

oleh Muhammad YantoDiterbitkan 15 November 2022, 13:30 WIB
Ilustrasi trofi piala dunia (AFP)

Liputan6.com, Jakarta Pihak keamanan Qatar menangkap tiga pria pada hari Senin waktu setempat (14/11/2022) karena menjual kembali tiket Piala Dunia 2022.

Piala Dunia 2022 Qatar dijadwalkan akan berlangsung pada 20 November. Ini akan menjadi Piala Dunia pertama yang berlangsung pada musim dingin.

Jelang pembukaan turnamen paling akbar itu, Kementerian Dalam Negeri Qatar telah menangkat tiga calo tiket.

Ketiga pria tersebut berasal dari kebangsaan yang berbeda dan menjual tiket di luar platform resmi yang telah ditentukan FIFA dan tuan rumah Qatar.

Kementerian Dalam Negeri Qatar juga telah mengumpulkan sejumlah bukti seperti tiket yang disita, laptop, dan beberapa ponsel.

Para terdakwa telah dirujuk ke pihak yang berwenang untuk prosedur hukum lebih lanjut.

Pihak berwenang mengeluarkan peringatan keras kepada pelanggar hukum yang menyatakan bahwa, FIFA memiliki hak tunggal dan eksklusif untuk menerbitkan, menjual, mendistribusikan, dan menjual tiket.

"Tidak diizinkan untuk menerbitkan, menjual, menjual kembali, mendistribusikan kembali, atau menukar tiket Piala Dunia 2022 tanpa lisensi. dari FIFA atau perwakilan resminya," bunyi pernytaan resmi pemerintah Qatar.

Siapa pun yang melanggar undang-undang berdasarkan Pasal No. 19 Undang-Undang No. 10 Tahun 2021 akan dihukum dengan denda sebesar QAR250.000 (Dh252.198).

Hukuman akan dikalikan dengan jumlah tiket yang dijual kembali, dan dalam semua kasus, pengadilan akan memerintahkan penyitaan barang bukti.

Pihak berwenang meminta masyarakat untuk mematuhi hukum dan prosedur yang mengatur proses penjualan kembali tiket untuk menghindari hukuman yang ditetapkan oleh undang-undang.


Dilarang Merokok

Stadion Al Bayt adalah veneu terbesar kedua yang akan digunakan pada Piala Dunia 2022. Al Bayt memiliki sistem atap yang bisa ditarik dan membuat Al Bayt menjadi satu-satunya stadion indoor di Piala Dunia 2022 yang dilengkapi dengan sistem pendingin internal. (AFP/Giuseppe Cacace)

Selain menyiapkan tim terbaik, Qatar juga melakukan persiapan dari segi pelaksanaan untuk menyambut lebih dari satu juta pengunjung.

Salah satunya peraturan tentang larangan merokok di stadion. Menteri Kesehatan Qatar, Hanan Mohamed Al Kuwari melarang penonton menghisap rokok tembakau maupun elektrik di dalam stadion.

Hal ini merupakan upaya untuk menyampaikan bahwa tembakau sangat berbahaya bagi kesehatan.

Hanan berharap kampanye kesehatan di Piala Dunia 2022 ini dapat meningkatkan kesadaran orang soal bahaya merokok serta pentingnya hidup sehat.

“Kementerian kesehatan bekerjasama dengan organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk mendorong perayaan event sepak bola global ini sebagai mercusuar bagi kesehatan dan keselamatan,” kata Hanan Mohamed, dikutip dari iloveqatar.net, Senin 14 November 2022.

Lanjut Baca:

Dia mengatakan, kampanye soal larangan merokok dan kesehatan yang dimulai pada bula Oktober lalu itu telah mendapat dukungan dari federasi sepakbola internasional (FIFA). Hal ini dianggap baik sebagai langkah mempromosikan kesehatan secara global melalui sepak bola. Lebih lanjut, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa, dengan berfokus pada pengendalian tembakau, pola makan, nutrisi yang sehat dan kesehatan mental, kerja sama ini diharap dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental semua orang melalui olahraga. “Kampanye kesehatan melalui Piala Dunia 2022 ini diharapkan dapat menjangkau segala usia, terutama kaum muda,” harapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya