Kasus Gagal Ginjal, Ini yang Dicecar Bareskrim kepada 2 Pejabat BPOM

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dir Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengaku pihaknya sudah memeriksa dua saksi dari Bidang Pengawasan dan Bidang Mutu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Jumat 11 November 2022.

oleh Fachrur RozieDiterbitkan 12 November 2022, 14:37 WIB
Ilustrasi Korban Kasus Gagal Ginjal Akut Anak (Foto: Badan Perlindungan Konsumen Nasional/BPKN)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dir Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengaku pihaknya sudah memeriksa dua saksi dari Bidang Pengawasan dan Bidang Mutu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Jumat 11 November 2022.

Pipit mengaku pihaknya menelisik dugaan adanya kelalaian dari BPOM sehingga menyebabkan obat sirup dicemari senyawa Etilen Glikol dan Dietilen Glikol penyebab gagal ginjal akut pada anak.

"Seputaran kasus ini, masalah pengawasan, apa yang ini, itu saja kan kalian yang sudah mengungkap masalah pengawasan. Sementara itu dulu ya," ujar Pipit saat dikonfirmasi, Sabtu (12/11/2022).

Diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditipidter) Bareskrim Polri mengaku telah memeriksa dua pejabat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait kasus gagal ginjal akut pada anak.

Brigjen mengatakan dua pejabat BPOM yang diperiksa oleh pihaknya merupakan saksi. Namun Pipit tak menjelaskan identitas dua pejabat BPOM tersebut.

"Sebenarnya kemarin baru dimintai keterangan dua orang. Saksi. Bidang pengawasan dan bidang mutu," ujar Pipit saat dikonfirmasi, Sabtu (12/11/2022).

Sedang Didalami

Bareskrim Polri terus menyelidiki tindak pidana pada kasus gagal ginjal akut yang diduga dipicu penggunaan obat. Mereka juga akan mendalami izin edar obat itu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Nanti kami akan mendalami ke sana. Nanti akan kami klarifikasi langsung," ungkap Brigjen Pipit Rismanto kepada wartawan, Rabu 2 November 2022.

Pipit menjelaskan pihaknya tengah mencari apakah ada unsur kesengajaan dalam kasus yang menyebabkan banyak anak meninggal. Diketahui tercatat sudah 178 pasien anak dinyatakan meninggal dunia akibat kasus gagal ginjal akut.

"Saat ini ada beberapa anak yang meninggal atau ada beberapa anak yang masih dirawat di rumah sakit karena gagal ginjal. Nanti kita dalami apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian sehingga muncul nih bahan-bahan," ujarnya.

Cari Pangkal Masalah

Sejalan dengan hal itu, Pipit juga mengatakan saat ini pihaknya mencoba untuk mencari asal mula permasalahan penyakit gagal ginjal. Dirinya juga mengklaim sudah mengantongi barang bukti.

"Sudah ada alat buktinya sudah ada barang bukti yang sudah kita lengkapi dulu," tandasnya.

Infografis Keracunan Obat Biang Kerok Kasus Gagal Ginjal Akut Anak (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya