IHSG Berpeluang Koreksi, Pantau Rekomendasi Saham Hari Ini 8 November 2022

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pergerakan IHSG masih berada dalam rentang sideways dengan kecenderungan melemah.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 November 2022, 07:30 WIB
Pengunjung melintas dekat layar monitor pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham 2019 menguat 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (8/11/2022).

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pergerakan IHSG masih berada dalam rentang sideways dengan kecenderungan melemah. Peluang koreksi, menurut William dapat terus dimanfaatkan investor dengan target investasi jangka menengah-panjang.

"Tentunya dengan pemilihan saham yang tepat dengan fundamental yang kuat," ujar dia dalam catatannya.

Ia prediksi IHSG berpotensi melemah dengan kisaran 6.954-7.172 pada Selasa pekan ini.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG ditutup menguat 0,8 persen ke posisi 7.102 pada perdagangan Senin, 7 November 2022 dan disertai oleh volume pembelian yang tinggi tetapi penguatan IHSG masih tertahan oleh moving average (MA)60.

"Apabila IHSG belum mampu menguat kembali ke atas 7.128 sebagai resistancenya, maka diperkirakan posisi IHSG sudah selesai membentuk wave (x) dari wave [y] dan akan membentuk awalan wave (y) dari wave [y]," ujar dia.

Ia menambahkan, tetapi, pada label merah, apabila IHSG mampu break 7.128, IHSG akan menuju ke 7.240 terlebih dahulu. Herditya prediksi, IHSG akan berada di level support 6.962,7.050 dan resistance 7.128,7.135 pada Selasa pekan ini.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Timah Tbk (TINS).

Sementara itu, William memilih saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Selain itu, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi Teknikal

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berikut rekomendasi teknikalnya:

1.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Buy on Weakness 

Saham ANTM ditutup menguat 4,4 persen ke 2.000 pada perdagangan 7 November 2022 dan disertai dengan meningkatnya volume pembelian.

"Kami perkirakan, posisi ANTM saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii] dari wave C sehingga ANTM berpeluang untuk melanjutkan penguatannya," ujar dia.

Buy on Weakness: 1.930-1.985

Target Price: 2.040, 2.210

Stoploss: below 1.805

2.PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) - Buy on Weakness 

Saham SRTG ditutup menguat 3,2 persen ke 2.590 pada perdagangan 7 November 2022 disertai dengan meningkatnya volume pembelian.

"Selama tidak kembali terkoreksi ke bawah 2.410 sebagai stoplossnya, posisi SRTG saat ini berada di awal wave [iii] dari wave C dari wave (B), sehingga SRTG masih berpeluang melanjutkan penguatannya," ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.510-2.560

Target Price: 2.670, 2.900

Stoploss: below 2.410

3. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) - Buy on Weakness

Saham SSMS ditutup menguat 5,7 persen ke 1.480 pada perdagangan 7 November 2022 dan disertai peningkatan volume pembelian.

"Kami perkirakan, posisi SSMS saat ini sedang berada di awal wave (v) dari wave [v] dari wave C dan akan lebih terkonfirmasi bila break resistance di 1.500.

Buy on Weakness: 1.435-1.465

Target Price: 1.530, 1.600

Stoploss: below 1.390

4.PT Timah Tbk (TINS) - Buy on Weakness

Saham TINS ditutup menguat 4 persen ke 1.415 pada perdagangan 7 November 2022 disertai dengan tingginya volume pembelian. Diperkirakan, posisi TINS sedang berada di awal wave (iii) dari wave [iii] dari wave C sehingga TINS berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 1.380-1.405

Target Price: 1.480, 1.525

Stoploss: below 1.325

 

Penutupan IHSG 7 November 2022

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 56,87 poin atau 0,81 persen ke posisi 7.102,4. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,3 poin atau 0,92 persen ke posisi 1.015,28.

Pendorong indeks adalah data pertumbuhan ekonomi yang di atas ekspektasi. "Beberapa faktor yang mendorong penguatan indeks hari ini yaitu data pertumbuhan ekonomi kuartal III 2022 yang lebih tinggi dari sebelumnya dan konsensus, naiknya beberapa harga komoditas, dan positifnya indeks di bursa Wall Street," kata analis Indo Premier Sekuritas Mino melansir Antara di Jakarta, Senin (7/11/2022).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia berhasil tumbuh tinggi pada triwulan III 2022, yakni 5,72 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) atau lebih tinggi dari triwulan II-2022 yang sebesar 5,45 persen (yoy).

Tren pertumbuhan ekonomi secara tahunan meningkat secara persisten selama empat kuartal berturut-turut, dengan tumbuh di atas 5 persen sejak triwulan IV 2021.

Dibuka menguat, IHSG langsung melemah dan terus berada di zona merah namun kembali menguat jelang penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG terus bergerak naik dan berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat di mana sektor barang baku naik paling tinggi yaitu 1,24 persen.

Ini diikuti sektor infrastruktur dan sektor energi masing-masing 1,22 persen dan 0,92 persen. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi sebesar minus 1,16 persen.

 

Bursa Saham Asia

Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PBRX, LEAD, BRMS, ARTO, dan MARI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PICO, NANO, PNLF, MPPA, PNBN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.431.217 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,36 miliar lembar saham senilai Rp13,16 triliun. Sebanyak 290 saham naik, 233 saham menurun, dan 177 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 327,9 atau 1,21 persen ke 27.527,64 indeks Hang Seng naik 434,77 atau 2,69 persen ke 16.595,91, indeks Shanghai meningkat 7,02 poin atau 0,23 persen ke 3.077,82, dan indeks Straits Times menguat 3,77 poin atau 0,12 persen ke 3.133,88.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya