Pembuat Chip Terbesar Kedua di China Bersiap IPO, Incar Rp 39,24 Triliun

IPO Shanghai Hua Hong akan mengikuti IPO China Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC).

oleh Elga NurmutiaDiterbitkan 07 November 2022, 18:00 WIB
Ilustrasi IPO 1 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Shanghai - Produsen chip China Hua Hong Semiconductor Ltd menerima persetujuan untuk melakukan IPO. Dengan target mengumpulkan 18 miliar yuan atau USD 2,5 miliar atau Rp 39,24 triliun (asumsi kurs Rp 15.698 per dolar AS) di Shanghai. Ini terkuak dari pengajuan yang diterbitkan di Bursa Saham Hong Kong.

Mengutip Channel News Asia, Senin (7/11/2022), rencana penawaran umum perdana (IPO) di tengah persaingan ketat perusahaan chip China dengan Amerika Serikat karena ketegangan geopolitik.

Menurut prospektusnya, Hua Hong bermaksud menggunakan uang itu untuk berinvestasi di pabrik fabrikasi baru atau fabrikasi di kota timur Wuxi. Di mana konstruksi akan dimulai pada 2023 dan kapasitas produksi akhirnya 83.000 wafer per bulan.

Perusahaan saat ini memiliki total empat fab, tiga fab 8-inci di Shanghai, dan satu fab 12-inci di Wuxi saat ini berkembang menjadi 95.000 wafer per bulan. Hasil dari IPO juga akan digunakan untuk meningkatkan fab yang terakhir, menurut prospektusnya.

IPO Shanghai Hua Hong akan mengikuti IPO China Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC). Seperti Hua Hong, go public di pasar STAR yang berpusat pada teknologi Shanghai pada 2020 setelah terdaftar di Hong Kong beberapa tahun sebelumnya.

IPO itu mengumpulkan USD 6,6 miliar yuan, menjadikannya yang terbesar yang pernah ada dan terbesar di China sejak 2010.

 

Pangsa Pasar

Ilustrasi IPO 3 (Liputan6.com/M.Iqbal)

IPO SMIC tiba tepat ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan China meningkat karena teknologi semikonduktor.

IPO yang direncanakan Hua Hong datang setelah Washington melewati kontrol ekspor yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pembuat chip China.

Secara khusus, itu melarang pembuat peralatan yang berbasis di AS menjual alat ke pengecoran Cina untuk produksi chip logika yang diproduksi pada 14-nanometer dan di bawahnya.

Hua Hong memiliki spesialisasi dalam teknologi matang, dan menghasilkan sebagian besar pendapatannya dengan membuat chip menggunakan teknologi proses 55 nanometer.

Perusahaan ini memiliki pangsa pasar global 3,2 persen dari bisnis pengecoran, menurut firma riset TrendForce.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya