Liputan6.com, Jakarta: Hasil pemeriksaan sementara Pusat Laboratorium dan Forensik Markas Besar Polri terhadap kebakaran di Pasar Tanahabang, Jakarta Pusat, menunjukkan kerusakan pada satu sekring di gardu listrik milik Perusahaan Listrik Negara. Namun itu belum bisa dijadikan dasar kesimpulan tentang penyebab kebakaran karena masih terbuka kemungkinan lain seiring belum selesainya penyelidikan. "Kabel instalasi tidak pada tempatnya dan ditemukan sekring pisau di gardu induk dengan menggunakan alat pemutus yang tidak memenuhi syarat," kata Pejabat Sementara Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Didi Rochyadi di Jakarta, Kamis (13/3).
Didi juga menjelaskan asal api diduga dari barat laut Blok A. Tetapi lokasi pastinya belum bisa ditetapkan karena blok ini terdiri dari empat lantai. Untuk pencarian barang bukti, diperlukan pembongkaran dengan alat berat. Didi berharap, Pemerintah Daerah Jakarta melibatkan tim Puslabfor Polri saat membongkar bangunan yang terbakar.
Keterangan hasil Puslabfor ini telah menunjukkan adanya perbedaan dengan keterangan PLN sebelumnya. Saat itu, PLN menyebutkan bahwa kondisi seluruh gardu listrik di Pasar Tanahabang masih baik, sehingga tidak mungkin menjadi penyebab kebakaran [baca: Penyebab Kebakaran Pasar Tanahabang Belum Jelas].
Penyebab kebakaran pasar tradisional terbesar di Tanah Air itu sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Sebab, kebakaran pasar grosir ini berbuntut kericuhan antara kelompok Tomy Winata dan majalah mingguan Tempo berkaitan dengan artikel tentang kebakaran tersebut [baca: Berita "Ada Tomy di `Tenabang` Berbuntut Ricuh].
Pada kesempatan itu, Didi juga menyebutkan hasil penyelidikan sementara kebakaran di Gedung Pusat Analisa Informasi Departemen Keuangan, Selasa pekan silam [baca: Gedung Departemen Keuangan di Lapangan Banteng Terbakar]. Menurut Didi, kepolisian menemukan indikasi upaya pembakaran di gedung tersebut. Kesengajaan itu terbukti dengan ditemukan bahan yang berasal dari minyak tanah di dapur di lantai enam gedung itu. Padahal, dapur itu tidak menggunakan minyak tanah.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Didi juga menjelaskan asal api diduga dari barat laut Blok A. Tetapi lokasi pastinya belum bisa ditetapkan karena blok ini terdiri dari empat lantai. Untuk pencarian barang bukti, diperlukan pembongkaran dengan alat berat. Didi berharap, Pemerintah Daerah Jakarta melibatkan tim Puslabfor Polri saat membongkar bangunan yang terbakar.
Keterangan hasil Puslabfor ini telah menunjukkan adanya perbedaan dengan keterangan PLN sebelumnya. Saat itu, PLN menyebutkan bahwa kondisi seluruh gardu listrik di Pasar Tanahabang masih baik, sehingga tidak mungkin menjadi penyebab kebakaran [baca: Penyebab Kebakaran Pasar Tanahabang Belum Jelas].
Penyebab kebakaran pasar tradisional terbesar di Tanah Air itu sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Sebab, kebakaran pasar grosir ini berbuntut kericuhan antara kelompok Tomy Winata dan majalah mingguan Tempo berkaitan dengan artikel tentang kebakaran tersebut [baca: Berita "Ada Tomy di `Tenabang` Berbuntut Ricuh].
Pada kesempatan itu, Didi juga menyebutkan hasil penyelidikan sementara kebakaran di Gedung Pusat Analisa Informasi Departemen Keuangan, Selasa pekan silam [baca: Gedung Departemen Keuangan di Lapangan Banteng Terbakar]. Menurut Didi, kepolisian menemukan indikasi upaya pembakaran di gedung tersebut. Kesengajaan itu terbukti dengan ditemukan bahan yang berasal dari minyak tanah di dapur di lantai enam gedung itu. Padahal, dapur itu tidak menggunakan minyak tanah.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)