Liputan6.com, Tuluangung - Usulan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, untuk merevitalisasi Pasar Campurdarat yang terbakar pada Maret 2021, belum juga mendapat persetujuan dari Kementerian Perdagangan.
"Kami sudah usulkan beberapa kali, namun selalu ditolak," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung Tri Hariadi, Rabu 2 November 2022.
Advertisement
Menurut Hariadi, penolakan atau belum disetujuinya usulan tersebut dikarenakan Pasar Campurdarat tidak masuk dalam daftar pasar tradisional yang mendapat bantuan anggaran untuk revitalisasi.
Kendatipun Pemkab Tulungagung sudah mengajukan sejak 2021, namun proposal yang diajukan masih kandas.
“Tahun ini kami kembali mencoba mengusulkan revitalisasi Pasar Campurdarat. Apabila nanti masih mendapatkan penolakan, maka kami akan terus usulkan hingga bisa mendapatkan bantuan revitalisasi Pasar Campurdarat,” ujarnya, dilansir dari Antara.
Revitaslisasi Pasar Campurdarat sebenarnya bisa saja menggunakan kekuatan anggaran daerah yang bersumber pada APBD Tulungagung.
Namun ternyata dari Bappeda Tulungagung, belum bisa memberikan anggaran untuk revitalisasi, karena alasan masih ada program prioritas lain, seperti perbaikan jalan di Tulungagung.
Anggaran Rp 16 Miliar
Anggaran pengajuan revitalisasi Pasar Campurdarat Tulungagung mencapai Rp16 miliar. Pasalnya, kebakaran yang terjadi membuat puluhan kios terbakar tak tersisa.
"Kalau anggaran di kami itu hanya bisa digunakan untuk perbaikan kerusakan ringan. Sedangkan untuk revitalisasi memang membutuhkan anggaran besar," katanya.
Sebelumnya, Kebakaran melanda Pasar Campurdarat, Tulungagung, Rabu (17/3/2021) dini hari tadi. Akibatnya, 70 persen bangunan kios dan los pedagang yang ada di dalamnya hangus menjadi arang.
Kepala Bidang Damkar Tulungagung, Gatut Sunu Utomo mengatakan, api yang mulai berkobar pukul 02.00 WIB saat ini sudah berhasil dipadamkan.
"Alhamdulillah pagi tadi api sudah bisa dijinakkan dan sekarang tinggal pembasahan,” katanya dikutip dari Antara.