Menkumham Yasonna Laoly Beri Rating 8 Plus untuk Film Nariti, Usai Nonton Gala Premier 

Film Nariti bakal tayang di bioskop pada 3 November 2022 mendatang.

oleh Aditia SaputraDiperbarui 24 Oktober 2022, 19:00 WIB
Menkumham Yasonna Laoly menyaksikan film Nariti.

Liputan6.com, Jakarta Film Nariti resmi ditayangkan serentak di bioskop seluruh Indonesia usai tertunda akibat pandemi Covid-19. Film yang dibintangi Zoe Jackson, Bastian Steel, Yogi Werner, Paramitha Rusady, dan Agus Melasz ini mengangkat kisah cinta remaja berlatar budaya Batak.

Sebelum bakal tayang serentak pada 3 November 2022 mendatang. Film ini telah tayang pada gelaran Gala Premiere di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (23/10/2022). 

Gala Premiere yang menghadirkan executive produser, produser, sutradara, dan seluruh pemain film ini, juga dihadiri oleh Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly, Anggota DPR sekaligus Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, dan Ketua PBNU KH. Eman Suryaman.

Film yang disutradarai Deden Bagaskara ini berkisah tentang Jeffrey (Bastian Steel) yang kembali ke kampung halaman dari perantauan mengikut orangtuanya. Di sekolah baru dia bertemu Nariti (Zoe Jackson) dan jatuh cinta. Namun, perasaan Jeffrey (Bastian) dihalangi kedekatan Nariti dengan (Yogi Werner), teman sekolah mereka, yang juga menyukai Nariti.

Menyandang status bad boy, (Bastian) menantang Rico (Yogi Werner) untuk membuktikan siapa di antara mereka yang pantas menjadi kekasih Nariti. Berhasil meraih hati Nariti, penolakan muncul dari Sarmaida (Paramitha Rusady), ibu Nariti. 

Perempuan yang bekerja sebagai penenun ulos ini melarang hubungan anaknya dengan Jefrey (Bastian).

 

 


Film Kedua

Menkumham Yasonna Laoly menyaksikan film Nariti

Ponty Gea, produser eksekutif Nariti, mengatakan film yang bernuansa keindahan Danau Toba ini merupakan film layar lebar kedua yang diproduksi oleh MRG Film. Sebelumnya, MRG Film pernah memproduksi Sang Prawira (2019) yang meraih rekor MURI sebagai film dengan pemeran polisi aktif terbanyak.

"Bersyukur akhirnya tayang setelah tertunda akibat pandemi,” ucap Ponty seraya berharap melalui film yang digagas Burhanuddin SE, Ketua Umum Forum Komunikasi Lintas Umat (Forkalimat) ini, bisa bermanfaat mengangkat budaya Batak serta mengedepankan nilai-nilai toleransi.

"Ini masyarakat penonton dapat lebih mencintai budaya daerah," lanjutnya. 

 


Apresiasi

Nariti, Film yang Kental Budaya Batak dan Keindahan Alam Danau Toba Siap Ramaikan Bioskop Tanah Air Hingga Asia Tenggara. (ist)

Senada dengan Ponty, Ketua PBNU KH. Eman Suryaman mengapresiasi film ini sebagai sebuah karya seni yang mengangkat harkat dan martabat perempuan, serta bisa menjadi landasan untuk melawan beragam hal-hal tersebut.

Lanjut Baca:

"Nabi Muhammad saja ketika melihat para kaum perempuan yang terhinakan, dimulailah Sunnah Rasul untuk mengangkat harkat dan derajat perempuan yang sangat luar biasa. Itulah hikmahnya menonton film ini karena banyak hal yang bisa dipetik,” jelas peraih gelar Doktor dari UGM pada tahun 2008 tersebut. Lebih lanjut, Dosen Ilmu Filsafat Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon ini mengungkapkan bahwa film ini sangat baik untuk ditonton oleh semua kalangan dari semua usia. Meski terkesan merupakan film yang ditujukan untuk anak muda, film ini sangat dianjurkan ditonton oleh para orangtua. "Orangtua kan menjadi bagian penting dalam edukasi di masyarakat,” lanjutnya.  

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya