Liputan6.com, Jakarta PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) resmi merilis Sustainability Framework, dokumen pendukung yang menjadi acuan untuk mendapatkan Sustainability Linked Loan, atau instrumen keuangan berkelanjutan lainnya dalam menerapkan aspek environmental, social and governance (ESG) pada seluruh mata rantai serta operasional perusahaan.
Sustainability Framework SIG disusun bekerjasama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Mandiri Securities Pte Ltd, dan PT Bank HSBC Indonesia sebagai Sustainability Coordinator. Juga, telah mendapatkan Second Party Opinion dari Sustainalytics, perusahaan yang diakui dunia sebagai penyedia riset ESG, ratings, dan data.
Advertisement
Direktur Utama Semen Indonesia Donny Arsal mengatakan, peluncuran Sustainability Framework SIG ini merupakan langkah awal dalam mendukung misi perusahaan guna menciptakan perlindungan lingkungan dan tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
"SIG telah menetapkan Sustainability Framework dengan fokus pada penurunan emisi karbon secara bertahap dengan target 520 kg CO2 per ton semen, dan stretch target 493 kg CO2 per ton semen pada tahun 2032," ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa (18/10/2022).
Donny menyebut, penetapan target penurunan emisi karbon tersebut akan dilakukan dengan pengurangan clinker factor, peningkatan substitusi panas dari bahan bakar alternatif, dan optimalisasi konsumsi energi termal spesifik.
"Inisiatif penurunan emisi karbon tersebut juga akan berdampak positif pada cost efficiency sehingga meningkatkan profitabilitas perusahaan," ungkap dia.
Komitmen Bersama
Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris Indriati mengungkapkan, penyusunan Sustainability Framework ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri untuk mendukung tren ekosistem hijau secara konsisten.
"Ini merupakan salah satu bentuk nyata sinergi dan keseriusan BUMN selaku pelaku industri dan pemerintah dalam komitmen mendukung pembangunan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan sustainable development," kata Susana.
Adapun Sustainability Framework ini mencakup salah satunya namun tidak terbatas pada strategi pelaksanaan ESG, tata kelola ESG, dan Key Performance Indicator (KPI) yang digunakan. Dalam hal ini Emisi Karbon Scope 1 beserta Sustainability Performance Targets (SPT).
Semen Indonesia Komitmen Pengelolaan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan energi yang berkelanjutan kembali mendapat apresiasi dengan meraih 5 Penghargaan Subroto dari Kementerian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Penghargaan Subroto sendiri merupakan penghargaan tertinggi di sektor energi dan sumber daya mineral yang diberikan oleh Kementerian ESDM kepada para pemangku kepentingan.
BACA JUGA:Semen Indonesia Sulap Sampah jadi Bahan Bakar Alternatif Dalam hal ini, Semen Indonesia beserta anak usahanya menggondol 5 kategori dari berbagai bidang, mulai dari pengembangan masyarakat, inovasi teknologi pertambangan mineral dan batubara, hingga manajemen energi di industri dan gedung.
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, keberhasilan dalam memperoleh penghargaan ini tidak lepas dari komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dalam memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
"Program Greenbelt yang berhasil membawa SIG meraih penghargaan kategori Bidang Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Mineral Terinovatif, merupakan inovasi untuk peningkatan kapasitas teknis pengetahuan petani greenbelt agar lebih produktif, efektif, efisien dan ramah lingkungan. Sehingga meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani binaan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (9/10/2022).
Penghargaan
Salah satu award yang diperoleh yakni penghargaan bidang Inovasi Teknologi Pertambangan Mineral dan Batubara yang Efektif Menuju Net Zero Emission (NZE).
Itu diraih atas upaya konservasi air yang dilakukan melalui pemanfaatan embung berkapasitas 15.000 m3 di Kabupaten Rembang untuk menunjang pertanian, dan perkebunan holtikultura dan edupark PT Semen Gresik.
Sementara penerapan sistem manajemen energi berbasis ISO 50001:2018 di PT Semen Tonasa juga berhasil mendapatkan Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi dan Energi (PSBE).