Liputan6.com, Jakarta Manchester City dilaporkan akan mengajukan protes pada operator Liga Inggris setelah diduga ada penonton yang melemparkan koin ke manajer Pep Guardiola. Insiden ini terjadi saat City menelan kekalahan 0-1 dari Liverpool di Anfield, Senin dini hari (17/10/2022).
Hasil ini mencoreng catatan tak terkalahkan The Citizens di musim 2022-23. Gol untuk Liverpool tercipta di babak kedua lewat pemain depan The Reds Mohamed Salah.
Advertisement
Sebelum gol pemain asal Mesir itu, Phil Foden sebenarnya berhasil memecah kebuntuan 10 menit setelah turun minum. Namun, golnya dianulir wasit Anthony Taylor setelah melihat monitor VAR di sisi lapangan, karena sebelumnya rekannya Erling Braut Haaland dianggap telah melanggar Fabinho.
Guardiola kemudian marah di pinggir lapangan karena tak terima keputusan wasit menganulir gol tersebut. Dan diklaim saat itulah koin-koin dilemparkan ke bangku Man City oleh para pendukung Liverpool.
The Daily Telegraph mengklaim bahwa Manchester City akan melaporkan insiden tersebut ke Liga Inggris. Mereka juga berharap FA turun tangan untuk menyelidiki masalah tersebut.
Mengeluh
Liverpool dan Man City sebelumnya juga terlibat masalah penonton sebelum pertandingan di Anfield. Bus tim Citizens diserang saat mereka menuju ke stadion sebelum berlaga di Liga Champions 2018.
Guardiola telah mengeluhkan kurangnya konsistensi dari para ofisial dan menyatakan bahwa koin dilemparkan ke arahnya menyusul gol yang dianulir Foden.
"Kerumunan mencoba [melempar koin/ benda] tetapi mereka tidak menyentuh saya. Mungkin lain kali mereka akan lebih baik," kata Guardiola pada BBC Radio 5 Live.
Kesalahan
“Ini Anfield, setiap kali Anda datang ke sini akhir-akhir ini sayangnya ini adalah Anfield. Kami memainkan permainan yang sangat bagus tetapi ini adalah permainan di mana ada margin yang sangat bagus dan kesalahan dihukum. Kami membuat kesalahan dan kami tidak bisa kebobolan dan itulah sebabnya kami kalah dalam permainan.
“Kami bermain untuk mengalahkan Liverpool hari ini, pasti kami bermain untuk itu. Setelah 1-0, penonton berteriak tetapi kami lebih banyak berteriak di lapangan," kata Guardiola.