Lomba Mobil Irit di Sirkuit Mandalika: Tercepat Belum Tentu Jadi Pemenang

Penilaian dalam Shell Eco-marathon tidak dititikberatkan pada adu cepat-cepatan. Kompetisi ini berfokus untuk menemukan mobil dengan penggunaan energi paling efisien.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiperbarui 15 Oktober 2022, 14:45 WIB
Tim Semar UGM dari Universitas Gadjah Mada saat mempersiapkan kendaraannya sebelum mentas di ajang Shell Eco-marathon 2022 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika pada 14-15 Oktober 2022. (Liputan6.com/Melinda Indrasari)

Liputan6.com, Jakarta Shell Eco-marathon 2022 tengah berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kompetisi ini dibuka pada Kamis (13/10/2022) dan masih akan berlanjut hingga Sabtu (15/10/2022) mendatang.

Seperti diketahui, Shell Eco-marathon merupakan lomba inovasi energi mesin kendaraan. Ajang ini menantang anak muda di seluruh dunia untuk bekerja sama mengeksplorasi solusi transportasi serta tantangan energi masa kini.

Berbeda dari perlombaan kendaraan pada umumnya, penilaian dalam Shell Eco-marathon tidak dititikberatkan pada adu cepat-cepatan. Sebaliknya, kompetisi ini lebih berfokus untuk menemukan mobil dengan penggunaan energi paling efisien.

Global General Manager Shell Eco-marathon Norman Koch mengungkap terdapat sejumlah energi yang dapat digunakan peserta untuk menggerakkan kendaraan, mulai dari Internal Combustion Engine (ICE) berupa bensin, solar, atau etanol, hingga baterai dan hidrogen.

"Shell Eco-marathon terbuka untuk semua jenis energi (bahan bakar kendaraan). Kami menawarkan energi yang yang bisa digunakan oleh mahasiswa. Saat ini, ada tiga kategori energi (dalam Shell Eco-marathon)," ungkap Norman pada Jumat (14/10/2022)

"Pertama, pembakaran. Dalam kategori ini, peserta dapat menggunakan bensin, solar atau etanol/bioetanol. Kategori kedua adalah baterai elektrik, sementara yang ketiga—kategori yang disebut paling kompleks—adalah sel bahan bakar hidrogen."

Selanjutnya, peserta harus mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata 25km/jam sebanyak tiga lap dalam durasi waktu 30 menit.  Penggunaan bahan bakar akan dikalkulasikan untuk menentukan kendaraan mana yang paling efisien.

"Dalam semua (kategori energi) itu konsepnya sama. Kami mengukur energi yang digunakan tim untuk mengitari trek Mandalika Race sebanyak tiga kali, (dengan jarak) sekitar 12 km yang merupakan jarak normal Shell Eco-marathon."

"Mereka harus kembali setelah 30 menit. Peserta dapat melaju secepat yang mereka inginkan di trek, mereka (juga) dapat melaju sepelan yang mereka inginkan, tetapi rata-rata (kecepatan) mereka tidak boleh kurang dari 25 kilometer per jam karena kami ingin membuatnya menyerupai kecepatan normal mengemudi di daerah perkotaan," pungkasnya.

 

 


Kategori Kendaraan

Imei Team dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo akan berkompetisi dalam kategori Prototype dalam ajang Shell Eco-marathon 2022 di Sirkuit Mandalika. (Liputan6.com/Melinda Indrasari)

Tak hanya dari segi sumber energi, Shell Eco-marathon juga membuka kesempatan bagi peserta untuk memilih sendiri kategori kendaraan yang akan dilombakan. Terdapat dua kategori dalam kompetisi ini, yakni Urban Concept dan Prototype.

Lanjut Baca:

Urban Concept adalah kategori yang mengharuskan peserta untuk mendesain kendaraan konvensional roda empat hemat energi, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah perkotaan. Sementara itu, Prototype bersifat lebih futuristik. Kategori ini mendorong tiap-tiap tim untuk memaksimalkan efisiensi sumber energi dengan desain inovatif, serta mempertimbangkan aspek ukuran dan berat. Desain kendaraan di kategori Prototype kebanyakan menyerupai kapsul. Hal tersebut ditujukan untuk membuat mobil menjadi lebih aerodinamis.    

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya