Agum Gumelar Minta PSSI Mau Terima Masukan dari TGIPF Tragedi Kanjuruhan

Tim gabungan Independen pencari fakta (TGIPF) bakal segera melaporkan temuannya kepada Presiden RI, Joko Widodo.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 12 Oktober 2022, 11:45 WIB
Ketua Komite Pemilihan PSSI, Agum Gumelar memberi keterangan terkait kisruh penetapan lokasi kongres PSSI 2016, Jakarta, Rabu (12/10). Agum mendesak kepada PSSI untuk segera menyelesaikan semua persiapan kongres. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Agum Gumelar meminta PSSI menerima apapun keputusan atau rekomendasi yang dikeluarkan oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan. Pria yang juga pernah menjabat sebagai ketua umum PSSI itu menganggap masukan tersebut demi kebaikan sepak bola ke depan. 

"Jadikan itu masukan dan kemudian dilaksanakan," kata Agum dikutip dari laman resmi PSSI.

"Siapapun pasti ingin sepak bola di Tanah Air makin baik. Kompetisi itu jantungnya sepak bola. Kalau tidak ada kompetisi ya hambar. Itu sebabnya, kompetisi yang baik akan menghasilkan timnas yang baik," beber Agum yang juga pernah ditunjuk FIFA sebagai ketua normalisasi saat kisruh PSSI.

Agum juga menambahkan, selama ini ada tiga tabu yang berlaku di sepak bola Indonesia. Dia berharap, ketiga larangan itu tetap dijalankan agar sepak bola nasional menjadi lebih baik. Ketiga tabu itu adalah; pemain tidak boleh berkelahi di lapangan, memprotes wasit secara berlebihan, dan suap. 

"Jika tiga tabu ini dilaksanakan, saya yakin kompetisi akan berjalan ke arah yang lebih baik dan benar dan pasti akan lebih enak untuk ditonton serta dinikmati," Beber Agum menjelaskan. 

Seperti diketahui pemerintah melalui Kemenkopolhukam telah membentuk TGIPF untuk mengusut tragedi Kanjuruhan yang telah menelan 132 korban jiwa. Insiden ini terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya pada lanjutan Liga 1, Sabtu (1/10/2022). 

TGIPF dipimpin langsung oleh Menkopolhukam, Mahfud MD. Tim ini juga dihuni oleh 10 anggota yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, pengamat, jurnalis, dan eks pemain. 

TGIPF kembali memanggil sejumlah pihak, termasuk PSSI, PT Liga Indonesia Baru, dan Indosiar pada Selasa (11/10/2022). Usai pertemuan tersebut, Mahfud mengatakan bakal melaporkan temuan mereka kepada Presieden RI, Joko Widodo. Laporan rencananya diserahkan, Jumat (14/10/2022). 

"Mulai hari Rabu, tim akan melakukan analisis dan menyusun kesimpulan dan rekomendasi sehingga diharapkan laporan bisa disampaikan kepada Presiden pada Jumat (14/10/2022) pekan ini," katanya.


Tanpa Iklan Rokok

Direktur Program SCM, Harsiwi Achmad, memberikan pernyataan saat konferensi pers Piala Presiden 2022 di Studio Lantai 8 SCTV Tower, Senayan City, Jakarta pada Senin (06/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pada kesempatan ini, Direktur Programing SCM, Harsiwi Achmad juga menjelaskan terkait mekanime iklan di Liga 1. Menurutnya, Indosiar tidak pernah melibatkan sponsor rokok dalam acara ini.

Lanjut Baca:

Kepada wartawan, Harsiwi menyebut, iklan rokok yang muncul setelah pertandingan bukan bagian dari sponsor kompetisi. "Saya kemukakan bahwa itu tidak benar, karena di dalam Liga 1 itu tidak ada sponsor rokok. Kita kerjasama dari 2018 sampai sekarang, tidak pernah ada sponsor rokok sama sekali," kata Harsiwi menanggapi tudingan laga malam dibuat untuk mengakomodir sponsor rokok. "Kalau rokok itu muncul setelah pertandingan, itu karena time signal rokok. Time signal rokok adalah waktu tertentu di mana rokok itu masuk, di mana jam 21.30 baru boleh beriklan. Nah dia tidak memilih program apa, tapi rokok tersebut program apa saja, yang penting 21.30 ke atas," bebernya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya