Teerasil Dangda mendapatkan pelajaran berharga di Madrid. Dia meninggalkan Madrid dengan perasaan bahagia karena sudah menjalani trial selama sebulan di Atletico Madrid. Dia bertemu pemain pemain beken seperti Radamel Falcao Arda Turan dan lainnya.
Saat baru datang di Madrid, Teerasil sudah sangat terkenal di negaranya. Kini, dia boleh jadi lebih terkenal walaupun belum bermain untuk Atletico Madrid. Tapi, semangatnya untuk main di Eropa semakin menggebu-gebu. Apa saja komentarnya soal pengalaman ini? Berikut petikan wawancara dengan Marca:
Bagaimana pengalaman berlatih selama sebulan dengan Atletico?
Pengalaman selama berlatih dan berada di ruang ganti Atletico sangat berarti buat saya. Saya yakin pengalaman ini bakal berguna untuk masa depan. Ini juga membantu saya untuk memperbaiki skill saya dan jadi tahu bagaimana sepak bola Eropa.
Bagaimana mengatasi perasaan sebagai bintang di Thailand, tapi bukan siapa-siapa di sini?
Saya baru di Spanyol dan wajar saja jika tak dikenal. Tugas saya sekarang adalah menjadi terkenal di Eropa. Selama sebulan di Madrid sangat rileks. Saya tak tertekan atau mengkhawatirkan orang lain. Saya berperilaku normal seakan-akan saya siap menang.
Anda sudah bisa beradaptasi di Spanyol? Banyak perbedaan di sini...
Saya tak mengalami banyak kesulitan, itu karena saya selalu ditemani penerjemah dan rekan-rekan lainnya. Itu saja kekhawatiran terbesar saya, bahasa. Sedangkan yang lainnya bisa saya lewati.
Apa yang mengejutkan Anda di Spanyol dan juga sepak bola Spanyol?
Saya terkejut dan juga sangat tertarik karena sepak bola adalah bagian budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat di sini. Yang juga penting adalah organisasi. Di sini semuanya lebih profesional dibanding Thailand.
Merasa aneh berada di tim dimana Anda tak bisa bermain?
Saya sadar sejak awal kalau pengalaman ini hanya untuk memperbaiki skill saya dan mempelajari beberapa hal baru.Saya tahu tak akan bermain, tapi itu bukan masalah.
Bisa mengamati ada banyak perbedaan level permainan?
Level permainan di sini sangat tinggi, tujuan saya adalha mengurangi gap level permainan. Saya harus memperbaiki skill saya agar bisa kompetitif dengan liga seperti di Spanyol.
Anda yakin bisa main di Eropa atau Spanyol?
Ini sulit, tapi saya akan mencoba sekuat mungkin. Mimpi saya adalah sukses di sepak bola, itu artinya main di Eropa.
Siapa pemain yang paling membuat Anda terpukau?
Falcao, pasti. Bertemu dia secara langsung dan bermain disampingnya sangat luar biasa. Dia pemain top dan saya berusaha banyak belajar dari dia.
Siapa yang ramah di ruang ganti?
Semua pemain sangat ramah, tapi saya banyak menghabiskan waktu dengan Diego Costa dan Cata. Costa sangat nakal dan bercanda. Dia orang yang baik.
Anda sudah mendapatkan pengalman, ingin mengulangnya?
Tentu. Jika saya punya kesempatan untuk kembali, saya akan datang kembali.
Anda ingin bermain satu laga dengan Atletico?
Tentu. Ini bakal menjadi mimpi berubah kenyataan jika bisa bermain sebentar di tim penting seperti Atletico Madrid.
Anda lihat ini sebagai mimpi atau target jarak dekat?
Ini target, tapi sekaligus mimpi dan ambisi. Sepak bola sangat penting di spanyol. Saya tak mau kenangan bersama Spanyol berhenti. Masyarakat, suasana dan segalanya luar biasa.
Apa yang Anda pelajari dari Simeone?
Dia pelatih hebat. Kepada saya, dia sering menginstruksikan agar cepat ketika bergerak di lapangan. Saya juga harus lebih kuat saat kontrol bola.
Anda juga sadar ada persaingan sengit dengan Madrid?
Ya tentu. Itu bisa terlihat di jalanan. Walaupun Anda tak tahu apa-apa, tapi Madrid rival paling penting bagi Atletico.
Advertisement