Liputan6.com, Manchester- Manchester United menelan kekalahan telak 3-6 atas Manchester City di laga derby Liga Inggris yang berlangsung di Etihad, Minggu (2/10/2022) malam. Dua pemain Erling Haaland dan Phil Foden berbagi 3 gol di kemenangan telak Man City.
Kekalahan Man utd membuat Gary Neville, legenda Setan Merah yang kini jadi pundit, memberi analisa. Dia meyakini kekalahan lawan Man City makin mempersingkat karier kiper MU David de Gea, kok bisa?
Advertisement
Dalam analisanya, dia melihat manajer MU Erik Ten Hag ingin mengubah tim menjadi skuad yang menguasai bola. Dengan kondisi ini, dia pun menuntut seorang kiper menahan bola.
Erik Ten Hag harus menunggu untuk mengoptimalkan strategi dimiliknya hingga enam laga. Itu, sebut Gary Neville, baru bisa dilakukan Ten Hag saat menghadapi Manchester City.
Gaya main yang mengoptimalkan penguasaan bola disebut Neville bakal memaksa De Gea untuk pergi. Soalnya kiper asal Spanyol ini tak terbiasa dengan gaya seperti itu.
"Kita melihat banyak kegagalan dengan gaya bermain defensif. Kecuali Leicester, bisakah Anda menyebut tim yang tidak menguasai bola bisa menangkan Liga Inggris di 15-20 tahun? Tak ada," kata Neville.
Aktif
Neville mengatakan hanya tim yang aktif bisa mengejar gelar juara Liga Inggris. Itulah yang ingin dibentuk Ten Hag di MU.
"Anda harus menerima fakta. Anda harus menjadi tim yang proaktif di lini depan, menekan dan melakukan hal dengan benar," katanya.
"Dan disitu saya pikir Erik Ten Hag agak mundur. Dari grafik permainan, dia justru kalah saat MU menguasai bola 60 persen," katanya.
"Ten Hag inginkan pemain yang bisa menahan bola, tak hanya di lini tengah, tapi juga bek yang menahan bola."
Brilian
Neville mengatakan, seorang kiper harus bisa proaktif dengan gaya main Ten hag. Dia menilai itu sulit dilakukan De GEa.
"Kiper harus hebat dengan bola, kalau itu dilakukan De Gea, saya pikir kariernya akan pendek dengan Ten Hag," katanya.
"Anda harus main seperti kiper Man City yang berani lakukan umpan-umpan berisiko, seperti yang dilakukan Ederson."