Tragedi Kanjuruhan, PSSI Setop Liga 1 Hingga Batas Waktu yang Tak Ditentukan

PSSI memastikan kompetisi Liga 1 akan dihentikan hingga batas waktu tak ditentukan sembari menunggu penyelidikan Mabes Polri.

oleh ThomasDiperbarui 03 Oktober 2022, 17:34 WIB
Suporter rusuh usai Arema kalah dari Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang. (Zainul Arifin/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta-- Tragedi Kanjuruan membuat kompetisi Liga 1 bakal terhenti lebih lama lagi. PSSI pada Senin (3/10/2022) memperbarui nasib kelanjutan kompetisi Liga 1 menyusul insiden mematikan di laga Arema vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022).

Beberapa jam usai Tragedi Kanjuruhan yang merengut nyawa 125 orang, PT Liga Indonesia Baru atau LIB selaku operator Liga 1 mengumumkan kompetisi akan dihentikan selama satu minggu terhitung mulai 2 Oktober 2022.

Namun setelah melihat kondisi terkini dan ikut berkunjung ke Stadion Kanjuruhan Malang, Ketum PSSI Mochammad Iriawan alias Iwan Bule menyatakan Liga 1 akan disetop untuk hingga waktu yang tidak ditentukan.

Ibul hadir di Stadion Kanjuruhan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendi, Menpora Zainudin Amali, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Nico Afinta, Ketua Komdis Erwin Tobing, dan Dirut LIB Ahmad Hadian Lukita pada Minggu (2/10/2022).

"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan hingga waktu yang tidak ditentukan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," kata Ibul seperti dilansir situs resmi PSSI, Senin (3/10/2022).

Liga 1 2022/2023 sedang sangat seru-serunya sebelum Tragedi Kanjuruhan. Kompetisi sudah memasuki pekan 11. Puncak klasemen ditempati Borneo FC yang unggul selisih gol dari Madura United.


Dukung Penyelidikan

Polisi dan tentara berdiri di tengah asap gas air mata saat kerusuhan pada pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi kerusuhan tersebut. (AP Photo/Yudha Prabowo)

PSSI juga menyatakan mendukung penuh kepolisian untuk menyelidiki Tragedi Kanjuruhan. Pasalnya kejadian ini telah mencoreng wajah sepak bola Indonesia.

"PSSI menyampaikan duka yang mendalam terkait insiden ini. Kami juga meminta maaf kepada keluarga korban dan semua pihak. Tentu menjadi evaluasi PSSI agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kami juga langsung membentuk tim investigasi untuk insiden ini. Tim sudah bekerja mulai,” kata Iriawan.

Adapun Menpora, Zainudin Amali meminta PSSI untuk melakukan evaluasi agar tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan lebih dari seratus orang tidak terulang kembali.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, PSSI diminta melakukan evaluasi secara total terhadap sistem saat ini, yang digunakan sebagai cara berkompetisi sehingga akan dapatkan cara terbaik, para pemain bisa main tenang, dan penonton nyaman menonton," kata Menpora.

Lanjut Baca:

Menpora yakin PSSI sedang berusaha sekuat tenaga menyuguhkan pertandingan dengan sebaik-baiknya. Namun musibah tersebut tak terelakkan. Sementara itu Kapolri menambahkan untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo, pihaknya menerjunkan tim dari Mabes Polri untuk melakukan pendalaman. Mulai dari proses penyelenggaraan, pengamanan sekaligus melakukan investigasi terkait dengan hal itu. "Saat ini saya telah mengajak tim dari Mabes Polri terdiri dari Bareskrim, Propam, Sops, Pusdokkes, Inafis, Puslabfor untuk melakukan langkah-langkah terkait pendalaman terhadap investigasi yang kami lakukan," kata Sigit.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya