Anjlok Jadi Rp500 per Kilogram, Petani di Jember Bagi-bagi Tomat Gratis

Mantan Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Jember itu berharap pemerintah membuat kebijakan yang berpihak kepada petani dan meninjau ulang kebijakan Permentan Nomor 10 tahun 2022 tentang tata cara alokasi dan HET pupuk subsidi.

oleh Liputan6.com diperbarui 25 Sep 2022, 14:00 WIB
Pedagang memilah tomat di pasar induk Kramat Jati, Jakarta, Jumat (26/4). Kementerian Perdagangan siap menjaga harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang Puasa dan Lebaran 2019. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jember - Memperingati Hari Tani Nasional, sejumlah petani di Kabupaten Jember membagikan tomat gratis kepada masyarakat di depan kantor Pemkab Jember. Bagi-bagi tomat gratis itu sebagai bentuk protes petani kepada pemerintah karena selama sepekan terakhir harganya anjlok.

"Kami membagi-bagikan tomat secara gratis kepada masyarakat karena kalau dijual pasti rugi. Harga tomat terjun bebas di tingkat petani yakni berkisar Rp500 hingga Rp600 per kilogram," kata Ketua Forum Komunikasi Petani Jember Jumantoro di halaman Kantor Pemkab Jember dilansir dari Antara, Sabtu (24/9/2022).

 Lewat aksi itu para petani berharap pada momentum Hari Tani Nasional tersebut ada kebijakan pemerintah yang memihak kepada petani.

Ia mengatakan luas lahan yang ditanami tomat di Jember berkisar 100-200 hektare dan sebagian besar petani tomat merugi karena anjloknya harga komoditas tersebut, bahkan beberapa petani memilih tidak memanen tomatnya di lahan tersebut.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya ingin menyuarakan aspirasi petani dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional ke-62 yang masih jauh dari harapan meningkatkan kesejahteraan para petani.

"Petani menghadapi kondisi yang sangat kritis di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sehingga kami berharap ada intervensi dari pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk peduli dengan nasib petani," tuturnya.

Mantan Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Jember itu berharap pemerintah membuat kebijakan yang berpihak kepada petani dan meninjau ulang kebijakan Permentan Nomor 10 tahun 2022 tentang tata cara alokasi dan HET pupuk subsidi.

"Kami berharap pemerintah juga mengalokasikan anggaran yang cukup di sektor pertanian yakni minimal 5 persen dalam APBN karena negara Indonesia adalah negara agraris," katanya.

Pantauan di lapangan menunjukkan masyarakat sangat antusias untuk mendapatkan tomat secara gratis dari petani, sehingga tiga keranjang tomat yang dibawa petani atau sekitar 1 kuintal habis dalam hitungan menit.

Infografis 3 Bansos untuk Hadapi Harga BBM Naik. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya