Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 9.000 per Gram, Cek Daftarnya

Harga emas Antam hari ini Jumat 16 September 2022 lebih murah.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiperbarui 16 September 2022, 09:05 WIB
Petugas menunjukkan koleksi lempengan emas di Pegadaian, Jakarta, Selasa (18/5/2021). Berdasarkan informasi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga dasar emas 24 karat ukuran 1 gram dijual Rp 937.000, naik Rp 4.000 per gram dari harga sebelumnya. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Harga emas Antam hari ini Jumat 16 September 2022 lebih murah. Harga emas hari ini di BUMN PT Aneka Tambang bertahan di posisi Rp 933 ribu per gram, turun Rp 9.000 per gram.

Sementara harga emas Antam untuk buyback anjlok Rp 17 ribu per gramnya menjadi Rp 797 ribu per gram. Itu artinya, harga buyback adalah patokan yang dipakai Antam saat masyarakat menjual emasnya kembali dipatok Rp 797 ribu.

Melansir laman logammulia.com, Jumat (16/9/2021), hingga pukul 08.18 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Antam saat ini menjual emas berukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Selain itu, Antam juga menyediakan emas dalam bentuk lain, seperti batik, koin dinar, dirham hingga perak dan lainnya.

Namun jika bisa menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Berikut daftar harga emas Antam hari ini:

* Pecahan 0,5 gram Rp 516.000

* Pecahan 1 gram Rp 933.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.806.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.684.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.440.000

* Pecahan 10 gram Rp 8.825.000

* Pecahan 25 gram Rp 21.937.000

* Pecahan 50 gram Rp 43.795.000

* Pecahan 100 gram Rp 87.512.000

* Pecahan 250 gram Rp 218.515.000

* Pecahan 500 gram Rp 436.820.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 873.600.000.

Harga Emas Terjun Bebas, Saatnya Beli?

Petugas menunjukkan sampel logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, (23/7/2020). Usai cetak rekor ke posisi termahalnya di Rp 982 ribu, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Emas Antam) kembali turun Rp 5.000 menjadi Rp 977 ribu per gram pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 Harga emas turun ke level terendah sejak April 2020 pada hari Kamis. Ini terjadi karena peningkatan imbal hasil Treasury AS dan dolar AS yang kuat, karena taruhan kenaikan suku bunga besar-besaran oleh Federal Reserve AS mengikis daya tarik emas.

Dikutip dari CNBC, Jumat (16/9/2022), harga emas di pasar spot turun 1,9 persen pada USD 1,663,50 per ounce setelah jatuh lebih dari 2 persen menjadi USD 1,659,47 di awal sesi. Emas berjangka AS terakhir turun 2,1 persen lebih rendah pada USD 1,672.6.

"Hari ini, faktor terbesar adalah imbal hasil, (yang) tampak cukup kuat setelah mengambil sedikit penangguhan," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

"Penjualan hingga September, Oktober ini benar-benar hanya pada penyesuaian tarif, suku bunga turun cukup keras dan sekarang mereka kembali naik lagi dan mendorong emas lebih rendah," lanjutnya.

Harga sempat memangkas kerugian karena investor mengambil stok data yang menunjukkan penjualan ritel AS secara tak terduga naik pada Agustus. Sementara data terpisah menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS turun 5.000 menjadi 213.000 yang disesuaikan secara musiman pekan lalu.

 

Suku Bunga The Fed

Untuk memperkuat nilai tambah produk emas, Antam terus melakukan inovasi produk dan penjualan.

Pasar telah sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga setidaknya 75 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan Fed minggu depan, bahkan mungkin setinggi 100 basis poin.

Meskipun emas dianggap sebagai taruhan yang aman selama ketidakpastian ekonomi, kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, Kepala Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva mengatakan pada hari Rabu para bankir sentral harus gigih dalam memerangi inflasi berbasis luas. Spot perak turun 2,55 persen menjadi USD 19,19 per ounce.

"Penguatan indeks dolar AS minggu ini, bersama dengan kenaikan imbal hasil Treasury AS dan beberapa data inflasi AS yang lebih panas, semuanya digabungkan untuk menjaga pembeli emas dan perak sebagian besar berdiri di sela-sela," Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, mengatakan dalam sebuah catatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya