Jalan Terakhir Chile Menuju Piala Dunia Qatar 2022 untuk Gantikan Ekuador

Federasi Sepak Bola Chile akan menempuh jalan terakhir menuju Piala Dunia Qatar 2022 lewat sidang banding setelah FIFA memutuskan untuk menolak keluhan identitas palsu yang melibatkan pemain timnas Ekuador, Byron Castillo.

oleh Jefry HutabaratDiterbitkan 17 September 2022, 10:00 WIB
9. Claudio Bravo - Bersinar bersama Barcelona, kiper Timnas Chile ikut Pep Guardiola ke Manchester City. Alih-alih semakin baik, kiper senior timnas Chile justru melempem dan hanya bertahan satu musim di starting line up Manchester Biru. (AFP)

Liputan6.com, Jakarta Federasi Sepak Bola Chile akan menempuh jalan terakhir menuju Piala Dunia Qatar 2022 pada sidang banding setelah FIFA memutuskan untuk menolak laporan identitas palsu yang melibatkan pemain timnas Ekuador, Byron Castillo, seperti yang dikutip Express, Kamis (15/9/2022).

Jalan terjal bakal ditempuh oleh Federacion de Futbol de Chile (FFC) atau Federasi Sepak Bola Chile demi para pemain mereka mentas di Piala Dunia 2022.

Timnas Chile sejatinya sudah diputuskan tak ambil bagian dalam kompetisi di Qatar setelah pada babak kualifikasi zona Amerika Selatan hanya menempati urutan ketujuh.

Namun, pada Mei lalu, Chile mengajukan komplain bahwa pemain timnas Ekuador, Byron Castillo, dilaporkan pemain ilegal. Mereka mengklaim tentang pemalsuan identitas yang dilakukan Ekuador dengan menyebutkan bahwa Castillo lahir di Tumaco, Kolombia, tahun 1995.

Menanggapi hal ini, Ekuador telah membuktikan bahwa Castillo lahir di daerah Playas, Ekuador, pada 1998. Polemik ini terus bergulir mengingat bahwa jika ajuan banding dari Chile berhasil, maka Arturo Vidal dkk dapat menggantikan Ekuador di Piala Dunia.

Pasalnya, Castillo bermain dalam delapan pertandingan selama babak kualifikasi dan jika banding memenangkan Chile, maka Ekuador akan mendapatkan kekalahan dari jumlah tersebut.

Pengurangan poin tersebut secara otomatis akan menggugurkan Ekuador dan menempatkan Chile di posisi keempat. Mereka akan naik peringkat dengan keunggulan 25 angka berkat tambahan enam poin usai sebelumnya hanya mengemas 19 poin.

Sebelumnya, kasus serupa pernah terjadi pada Piala Dunia 2018 di Rusia dengan juga melibatkan Chile. Saat itu, mereka mengajukan komplain kepada Bolivia yang diketahui menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam babak kualifikasi.

Lanjut Baca:

Kasus ini melibatkan bek Bolivia, Nelson Cabrera, yang terbukti lahir di Paraguay. Namun, saat itu keuntungan berpihak kepada Peru yang dinyatakan lolos setelah posisinya di atas klasemen akhir mengungguli Chile. Peru pada akhirnya maju ke babak play-off dan turut ambil bagian dalam Piala Dunia 2018 di Rusia. Berkaca pada kasus tersebut, Chile berharapa banyak pada sidang yang akan dilangsungkan pada Kamis (15/9/2022) waktu setempat. Bagi Chile, ini adalah jalan terakhir untuk mereka bisa menuntaskan gugatan dengan kemenangan sekaligus menjadi langkah untuk tampil di Piala Dunia 2022 Qatar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya