Bursa Saham Asia Menguat Jelang Rilis Data Inflasi AS

Awal pekan, bursa saham Asia Pasifik menguat pada Senin, 12 September 2022 seiring sentimen risiko yang membaik.

oleh Elga NurmutiaDiterbitkan 12 September 2022, 09:10 WIB
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik dibuka naik pada Senin (12/9/2022), seiring sentimen risiko yang membaik.

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 1,09 persen pada awal perdagangan, sedangkan indeks Topix naik 0,7 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga bertambah 0,78 persen. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,38 persen lebih tinggi.

Di China, Hong Kong, dan Korea Selatan tutup karena libur. Sedangkan, Amerika Serikat (AS) akan merilis indeks harga konsumen untuk Agustus pada akhir minggu ini.

Ekonom di Institut Riset Ekonomi Selandia Baru menurunkan prospek pertumbuhan negara tersebut, dengan alasan inflasi dan suku bunga yang terus tinggi.

Kini, diharapkan produk domestik bruto (PDB) tahunan untuk 2022-2023 tumbuh 2,5 persen, menjadi lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 2,9 persen.

PDB untuk 2023-2024 sekarang diperkirakan tumbuh 1 persen, terjadi penurunan tajam dari prediksi sebelumnya kenaikan 1,9 persen yang diterbitkan pada Juni, sedangkan perkiraan 2024-2025 direvisi menjadi 1,5 persen dari 2,1 persen.

Menurut analis, Pound Inggris telah merosot terhadap dolar AS selama setahun terakhir, mencapai level terendah 37 tahun terhadap greenback minggu lalu dan itu bisa melemah lebih jauh

Sonja Marten dari DZ Bank memperingatkan GBP/USD adalah pasangan mata uang yang cenderung menuju ayunan besar, dan memberikan perkiraan yang cukup bearish atau melemah.

 

Gerak Mata Uang di Asia

Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Intervensi sepihak pada yen Jepang dari pemerintah tidak mungkin efektif, menurut National Australia Bank setelah para pejabat pada akhir pekan mengatakan pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatasi penurunan yen yang berlebih.

"Jika (Bank of Japan) benar-benar ingin menghentikan penurunan JPY, maka mereka perlu membuat perubahan pada kebijakan ultra-easy mereka, tekanan sedang meningkat," tulis Ahli strategi mata uang di National Australia Bank, dikutip dari CNBC, Senin (12/9/2022).

Yen terakhir diperdagangkan pada 142,55 terhadap dolar AS. Sementara itu, ketika kekhawatiran atas pasokan energi global kembali menjadi fokus minggu lalu, Goldman menyoroti enam tema minyak dan gas yang katanya tampak menarik hingga akhir tahun.

Bank investasi melihat total pengembalian 15 persen untuk saham berkapitalisasi besar di bawah cakupan minyak dan gasnya dan menyebutkan enam tema yang harus diperhatikan hingga akhir tahun.

 

Penutupan Bursa Saham Asia Jumat 9 September 2022

Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Rudal tersebut menuju wilayah Tohoku dekat negara Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Sebelumnya, bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan 9 September 2022 setelah investor mencerna pidato terbaru dari pimpinan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed). The Fed akan tetap menaikkan suku bunga acuan hingga inflasi mereda.

Di Jepang, indeks Nikkei naik 0,53 persen ke posisi 28.214,75. Indeks Topix bertambah 0,4 persen ke posisi 1.965,53. Di Australia, indeks ASX200 menguat 0,66 persen.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng menanjak 2,69 persen, dan sentuh posisi tertinggi 19.362,25. Indeks Hang Seng teknologi naik 2,6 persen. Di bursa saham China, indeks Shanghai menguat  0,82 persen ke posisi 3.262,05. Kemudian indeks Shenzhen bertambah 1,11 persen ke posisi 11.877,79.

 

Selanjutnya

Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Inflasi konsumen China mencapai 2,5 persen pada Agustus 2022, lebih rendah dari yang tercatat pada Juli 2022 di kisaran 2,7 persen.

“Prospek pertumbuhan China yang lembah dan sikap kebijakan moneter yang akomodatif terhadap pengetatan agresif yang sedang berlangsung oleh FOMC akan membuat USD/CNH didukung dengan baik,” ujar Commonwealth Bank of Australia FX Strategist Kristina Clifton seperti dikutip dari CNBC.

Indeks dolar AS berada di posisi 108,5. Dolar Australia mendaki 1,63 persen ke posisi 0,686. Yen Jepang berada di posisi 142 terhadap dolar Amerika Serikat.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya