Top 3: Menakar Prospek Saham Emiten Semen di Tengah Tingginya Harga Batu Bara

Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Minggu, 11 September 2022.

oleh Elga NurmutiaDiperbarui 11 September 2022, 08:04 WIB
Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga batu bara masih perkasa dan betah di posisi USD 400 per ton. Analis menilai harga batu bara masih terus tinggi dapat membebani kinerja emiten semen. Namun, untuk jangka menengah hingga panjang prospek saham emiten semen masih terbilang cukup baik.

Analis Kiwoom Sekuritas, Rizky menuturkan, prospek saham emiten semen di tengah tingginya harga batu bara dapat membebani kinerja emiten semen.

“Prospek saham emiten semen di tengah tingginya harga batu bara dapat membebani kinerja emiten semen, sebab cost produksinya akan meningkat,” kata Rizky kepada Liputan6.com, ditulis Sabtu, 10 September 2022.

Artikel Menakar Prospek Saham Emiten Semen di Tengah Tingginya Harga Batu Bara menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Minggu, (11/9/2022):

1.Menakar Prospek Saham Emiten Semen di Tengah Tingginya Harga Batu Bara

Harga batu bara masih perkasa dan betah di posisi USD 400 per ton. Analis menilai harga batu bara masih terus tinggi dapat membebani kinerja emiten semen. Namun, untuk jangka menengah hingga panjang prospek saham emiten semen masih terbilang cukup baik.

Analis Kiwoom Sekuritas, Rizky menuturkan, prospek saham emiten semen di tengah tingginya harga batu bara dapat membebani kinerja emiten semen.

“Prospek saham emiten semen di tengah tingginya harga batu bara dapat membebani kinerja emiten semen, sebab cost produksinya akan meningkat,” kata Rizky kepada Liputan6.com, ditulis Sabtu, 10 September 2022.

Berita selengkapnya baca di sini

2.Warna Warni Rapor Emiten Semen pada Semester I 2022

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Mayoritas emiten semen mencatatkan kenaikan pendapatan pada paruh pertama 2022. Sayangnya tak semua berbanding lurus dengan laba yang dihasilkan. Beberapa mencatatkan penurunan laba meski pendapatan naik. Sebaliknya, ada yang laba bersihnya naik meski pendapatan turun.

Dari sisi pertumbuhan untuk kinerja emiten semen, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) memimpin dengan kenaikan sebesar 495,04 persen yoy. Yakni sebesar Rp 15,78 miliar dibanding semester I 2021 sebesar Rp 2,65 miliar.

Raihan itu sejalan dengan pendapatan semester I 2022 yang naik 8,1 persen menjadi Rp 852,5 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 763,63 miliar. Rinciannya, penjualan semen berkontribusi Rp 806,59 miliar, penjualan terak Rp 17,15 miliar, penjualan mortar Rp 69,76 juta, dan dari jasa angkutan dan lainnya menyumbang Rp 1,68 miliar.

Berita selengkapnya baca di sini

3.IHSG Melambung 0,91 Persen pada 5-9 September 2022, Kapitalisasi Pasar Bertambah Rp 84 Triliun

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat selama sepekan tepatnya pada 5-9 September 2022.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (10/9/2022), IHSG bertambah 0,91 persen ke posisi 7.242,65 pada pekan ini.

Pada pekan lalu, IHSG berada di posisi 7.177,17. Kapitalisasi pasar bursa bertambah 0,89 persen menjadi Rp 9.462,81 triliun. Kapitalisasi pasar bursa naik Rp 84 triliun dari pekan lalu di posisi Rp 9.378,89 triliun.

Berita selengkapnya baca di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya