IHSG Rawan Koreksi, Pantau Rekomendasi Saham Hari Ini 8 September 2022

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 7.123-7.278 pada Kamis, 8 September 2022.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 September 2022, 08:41 WIB
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi sideways apda perdagangan saham Kamis, (8/9/2022).

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, setelah rilis data ekonomi cadangan devisa yang berada dalam kondisi stabil menunjukkan masih kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.

Sedangkan sentimen regional, global dan fluktuasi harga komoditas turut mewarnai pergerakan IHSG. William menilai, momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan investor untuk akumulasi pembelian saham dengan target investasi jangka pendek.

"IHSG masih akan cenderung bergerak sideways hingga beberapa waktu mendatang. Perkiraan IHSG hari ini di 7.123-7.278,” kata dia dalam catatannya, Kamis, 8 September 2022.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup terkoreksi 0,6 persen ke level 7.186 pada perdagangan 7 September 2022, koreksi dari IHSG diiringi dengan meningkatnya tekanan jual tetapi koreksinya masih tertahan oleh MA20.

“Apabila IHSG belum mampu bergerak menguat ke atas 7.287, maka posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave Y pada bearish scenario (label hitam) sehingga IHSG rawan koreksi untuk menguji rentang area 6.923-7.122 terlebih dahulu meskipun menguat akan relatif terbatas ke 7.215-7.240,” ujar dia.

Namun, bila mampu menembus 7.287, IHSG sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 pada label merah untuk menguji kembali level 7.355.

Ia prediksi, IHSG berada di level support 7.070, 7.015 dan resistance 7.287,7.355 pada Kamis pekan ini.

Untuk rekomendasi saham hari ini yang dapat dicermati pelaku pasar, Herditya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII),  PT Berkah Beton Sedaya Tbk (BEBS), PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO), dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Saham ASII-GJTL

Pekerja berbincang di dekat layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Pada pemukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik tipis 0,09% atau 4,88 poin ke level 5.611,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

1.ASII - Buy on Weakness (6,650)

Saham ASII ditutup terkoreksi cukup agresif sebesar 3,6 persen ke level 6,650 pada perdagangan 7 September 2022, koreksi saham ASII pun diiringi dengan meningkatnya tekanan jual.

“Kami perkirakan, posisi ASII saat ini sedang membentuk wave [b] dari wave Y, sehingga pergerakan ASII akan terkoreksi terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW,” tutur dia.

Buy on Weakness: 6.300-6.575

Target Price: 7.000, 7.525

Stoploss: below 6.275

 

2.BEBS - Spec Buy (5.250)

Saham BEBS ditutup menguat signifikan sebesar 11,2 persen ke level 5.250 pada perdagangan, 7 September 2022 diiringi dengan munculnya peningkatan volume beli.

“Kami perkirakan, posisi BEBS sedang berada di awal wave 3 dari wave (3) pada label hitam, sehingga BEBS berpeluang melanjutkan penguatannya,” ujar dia.

Spec Buy: 5.000-5.200

Target Price: 6.000, 6.600

Stoploss: below 4.940

 

 

Saham CPRO-GJTL

Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

3.CPRO - Buy on Weakness (72)

Saham CPRO ditutup menguat 5,9 persen ke level 72 pada perdagangan 7 September 2022, pergerakan saham CPRO juga disertai dengan adanya peningkatan volume beli.

“Kami perkirakan, posisi CPRO sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave A dari wave (Y) sehingga CPRO berpeluang melanjutkan penguatannya terlebih bila mampu break dari resistance di 77,” ujar dia.

Buy on Weakness: 68-72

Target Price: 86, 95

Stoploss: below 67

 

4.GJTL - Buy on Weakness (685)

Saham GJTL ditutup flat di level 685 pada perdagangan 7 September 2022, dapat dicermati pergerakan GJTL diiringi oleh peningkatan volume jual.

“Kami perkirakan, posisi GJTL sedang membentuk wave (y) dari wave [y] dari wave B sehingga GJTL akan terkoreksi dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW,” kata dia.

Buy on Weakness: 640-660

Target Price: 720, 770

Stoploss: below 630

Penutupan IHSG 7 September 2022

Pialang memeriksa kacamata saat tengah mengecek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah hingga perdagangan Rabu, 7 September 2022. Mayoritas sektor saham tertekan yang dipimpin indeks sektor saham IDXinfrastruktur turun 1,58 persen.

Mengutip data RTI, IHSG merosot 0,64 persen ke posisi 7.186,75. Indeks LQ45 anjlok 0,72 persen ke posisi 1.019,66. Seluruh indeks acuan melemah.  Pada Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.243,52 dan terendah 7.166,62.

Sebanyak 200 saham menguat dan 329 saham melemah. 169 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.547.420 kali dengan volume perdagangan 36,3 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 15,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.924.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali indeks sektor saham IDXbasic naik 0,31 persen. Indeks sektor saham IDXinfrastruktur merosot 1,58 persen, dan pimpin koreksi. Diikuti indeks sektor saham IDXenergy tergelincir 1,36 persen, indeks sektor saham IDXtransportasi susut 0,97 persen, indeks sektor saham IDXfinance terpangkas 0,83 persen.

Selain itu, indeks sektor saham IDXnonsiklikal melemah 0,54 persen, indeks sektor saham IDXtechno merosot 0,52 persen, indeks sektor saham IDXhealth melemah 0,19 persen, indeks sektor saham IDXproperty tergelincir 0,13 persen, indeks sektor saham IDXsiklikal susut 0,07 persen, dan indeks sektor saham IDXindustry turun 0,04 persen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya