Kekurangan Akut Pekerja, Perusahaan Hotel di Eropa Rekrut Karyawan Tanpa Pengalaman

Akibat pandemi COVID-19, perusahaan hotel di Eropa nekat merekrut pekerja tanpa pengalaman sebelumnya.

oleh Renta Nirmala HastutikDiterbitkan 04 September 2022, 18:35 WIB
Deretan destinasi wisata unik di Eropa ini patut kamu jelajahi. (dok.Belmond).

Liputan6.com, Lyon - Perusahaan hotel top Eropa mempekerjakan karyawan tanpa pengalaman atau bahkan surat lamaran kerja, karena para eksekutif mengakui bertahun-tahun staf yang dibayar rendah telah kembali berkurang. Kondisi tersebut membuat mereka tidak dapat memenuhi permintaan perjalanan pasca-pandemi.

Ribuan pekerja meninggalkan industri perhotelan ketika perjalanan internasional ditutup selama pandemi COVID-19. Banyak yang memilih untuk tidak kembali, mencari pekerjaan yang dibayar lebih baik di tempat lain, hal tersebut membuat para pelaku bisnis perhotelan menghadapi kekurangan yang mendesak.

Perusahaan perhotelan terbesar di Eropa, Accor menjalankan inisiatif uji coba untuk merekrut orang-orang yang sebelumnya tidak pernah bekerja di industri ini, kata Chief Executive Sebastien Bazin dalam sebuah wawancara dengan Reuters di Qatar Economic Forum bulan lalu.

Dilansir dari Global Times, Minggu (4/9/2022), perusahaan Accor yang mengoperasikan merek seperti Mercure, Ibis dan Fairmont di lebih dari 110 negara dan wilayah, membutuhkan 35.000 pekerja di seluruh dunia, kata Bazin.

"Kami mencoba di Lyon dan Bordeaux 10 hari yang lalu dan akhir pekan ini kami memiliki orang-orang yang diwawancarai tanpa surat lamaran kerja, tanpa pengalaman kerja sebelumnya dan mereka dipekerjakan dalam waktu 24 jam," kata Bazin.

Dalam jangka pendek, Accor mengisi peran di Prancis dengan kaum muda dan migran sambil juga membatasi layanan yang dilakukan.

"Ini mahasiswa, orang-orang yang datang dari Afrika Utara," kata Bazin. 

"Dan pada dasarnya menutup restoran untuk makan siang atau membukanya hanya lima hari seminggu karena tidak ada solusi lain."

Para Rekrutan Baru Diberikan Enam Jam Pelatihan Di Tempat Kerja

Ilustrasi Bekerja di Kantor Credit: pexels.com/Jopwell

Kekurangan staf sangat mendesak di Spanyol dan Portugal, di mana pariwisata masing-masing menyumbang 13 persen dan 15 persen dari output ekonomi sebelum pandemi.

Para pelaku bisnis perhotelan di sana menawarkan gaji yang lebih tinggi, akomodasi gratis, dan fasilitas seperti bonus dan asuransi kesehatan.

"Banyak karyawan telah memutuskan untuk pindah ke sektor lain, jadi kami memulai industri dari awal dan kami harus berjuang untuk mendapatkan bakat," kata Gabriel Escarrer, CEO hotelier Spanyol Melia, MEL.MC kepada wartawan di Madrid.

Untuk menarik staf, perusahaannya baru-baru ini menyediakan akomodasi, terkadang di kamar hotel, karena kekurangan perumahan sewa di dekat resornya.

Pengusaha hotel yang lebih kecil pun juga  menghadapi tantangan kepegawaian yang serupa.

Direktur operasi Hotel Mundial, salah satu hotel paling ikonik di Lisbon, mengatakan saat ini sedang berusaha merekrut 59 pekerja. Tanpa staf yang cukup, dia khawatir beberapa hotel akan memangkas jumlah tamu dan berbagai fasilitas yang bisa mereka berikan.

Penyesuaian Kebutuhan yang Diinginkan

Deretan destinasi wisata unik di Eropa ini patut kamu jelajahi. (dok.Belmond).

Di seluruh Spanyol dan Portugal, dua tujuan wisata utama Eropa, skenario tersebut mengalami penurunan yang sangat signifkan

Jose Carlos Sacó, seorang pengusaha bar hanya dapat membuka bar Madrid-nya, Tabanco de Jerez, selama akhir pekan ketika siswa yang membutuhkan uang ekstra tidak memiliki kelas dan tersedia untuk bekerja.

"Selama seminggu kami tidak bisa buka karena kami tidak punya tangan, mereka sedang belajar," katanya.

Di Distrik La Latina getaran Madrid, pemilik Angosta Tavern, Mariveni Rodriguez, menyewa migran untuk musim ramai.

 “Kami memberikan kesempatan kepada migran yang datang dengan keinginan untuk bekerja karena mereka tidak memiliki dukungan keluarga atau institusional.” Ucanya

Industri katering Spanyol kekurangan 200.000 pekerja dan hotel-hotel Portugis membutuhkan setidaknya 15.000 lebih banyak orang untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, menurut asosiasi perhotelan nasional.

Upaya sedang dilakukan untuk memikat pekerja kembali adalah dengan membayar lebih. Di Spanyol, bar dan restoran meningkatkan upah pekerja hampir 60 persen pada kuartal pertama dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data resmi. Tetapi industri pariwisata masih merupakan sektor yang membayar karyawan paling sedikit, sekitar 1.150 euro atau sekitar 17 juta rupiah per bulan.

Upah yang Mengalami Kenaikan

Deretan destinasi wisata unik di Eropa ini patut kamu jelajahi. (dok.Belmond).

Di negara tetangga Portugal, gaji untuk pekerja perhotelan diperkirakan meningkat 7 persen tahun ini, menurut survei oleh bank sentral dan Institut Statistik Nasional, tetapi upah rata-rata di sektor ini adalah € 881 per bulan atau sekitar 13 juta rupiaah, di atas upah minimum 705 euro atau sekitar 11 juta rupiah.

Bazin mengatakan bahwa sementara hotel hanya 60 persen atau 70 persen terisi, mereka dapat mengatasi kekurangan staf, tetapi waktu krisis akan datang ketika mereka sudah penuh dipesan.

Di masa lalu, industri tidak membayar cukup atau fokus pada pengembangan staf, kata Bazin.

"Setengahnya adalah kebingunan, kami tidak memperhatikan banyak orang dan mungkin membayar terlalu rendah beberapa orang terlalu lama," katanya.

Ia menjelaskan bahwa ini adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk mempertahankan bisnis.

Infografis Tarif Kamar Hotel Karantina Mandiri (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya