Janji Surga Piala Dunia 2022, Tak Akan Ada Sampah Tersisa

Piala Dunia Qatar 2022 berambis jadi turnamen yang paling ramah lingkungan.

oleh Anry DhanniaryDiterbitkan 16 Agustus 2022, 07:30 WIB
FIFA resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022 di Doha, Qatar, Selasa (3/9/2019). (AFP).

Liputan6.com, Jakarta - Seperti gelaran event internasional lain belakangan ini, Piala Dunia 2022 di Qatar nanti juga akan menjadi salah satu ajang yang mengedepankan program "ramah lingkungan".

Kementerian Perkotaan Qatar menargetkan 60 persen sampah selama Piala Dunia akan menjalani proses daur ulang ketat. Mulai dari recycling, reuse atau proses lainnya.

Mereka berjanji tidak akan hanya membiarkan sampah-sampai itu membusuk di tempat pembuangan akhir.

Program ini sejalan dengan janji untuk membuat Piala Dunia Qatar akhir tahun nanti menjadi yang pertama bebas karbon.

"Kami menargetkan 60 persen sampah akan dipilah, ini adalah tanggung jawab besar sebagai tuan rumah event olahraga besar," ujar Direktur Manajemen Sampah dan Daur Ulang Kementerian Perkotaan, Hamad Al Bahr.

Pemilahan sampah adalah upaya krusial demi meningkatkan jumlah sampah yang akan menjalani daur ulang. Tak hanya pemerintah yang bertanggung jawab, tetapi semua individu termasuk rumah hingga bisnis besar.

Dalam wawancara dengan Qatar TV, Al Bahr mengatakan kalau pemilahan 60 persen sampah adalah angka yang lebih besar dibandingkan Piala Dunia sebelumnya di Rusia.

"Target ini sulit. Karena itu kami membentuk tim demi mencapainya. Target lain kami adalah mengubah 40 persen sampah lainnya menjadi energi," lanjutnya.

Pemerintah Qatar pun sudah mengajukan beberapa proposal tender dan kerjasama dengan pihak swasta. Mulai dari peti kemas untuk membawa sampah, tenaga pembersih, hingga stasiun pembuangan sampah mobile selama Piala Dunia 2022 nanti.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Sudah Sukses di FIFA Arab Cup

Stadion Ahmad Bin Ali (Photo: AFP)

Program yang dibuat oleh Qatar ini sebenarnya bukan sekedar angan-angan atau mimpi dadakan. Mereka sudah melakukan ujicoba saat menggelar turnamen sepakbola antar negara-negara Arab tahun lalu.

Pada FIFA Arab Cup 2021, tak ada sampah dari venue pertandingan yang berakhir di tempat pembuangan sampah akhir, dan sekitar 70 persen berhasil didaur ulang di Stadion Al Bayt.

Qatar mempersiapkan dua tipe tempat sampah, berwarna hijau dan abu-abu, untuk memisahkan sampah daur ulang dan non-daur ulang dari penonton. Para penonton diminta untuk membantu program ramah lingkungan ini.

Lanjut Baca:

"Saat ini, kami punya pusat manajemen sampah paling besar di Timur Tengah. Kami sudah punya pengalaman cukup bagus selama FIFA Arab Cup 2021, yang menjadi pijakan untuk mencapai target kami," tambah Al Bahr. Tak hanya dari pembuangan sampah, Qatar juga berusaha ramah lingkungan dalam membangun stadion-stadion sebagai venue pertandingan Piala Dunia nanti. Contohnya Stadion Ahmad bin Ali. Stadion yang sebenarnya dibangun sejak 2003 ini menjalani renovasi yang mengutamakan konsep eco-friendly. Sebanyak 90 persen material dari bangunan lama digunakan kembali untuk stadion baru dan juga proyek seni publik. Pohon yang sebelumnya mengelilingi stadion lama dipertahankan untuk ditanam kembali sehingga dapat meminimalkan kerusakan lingkungan alam. Ruang hijau baru seluas 125 hektar persegi dengan tanaman asli dan konsumsi air rendah bisa dinikmati masyarakat di sekitar stadion. Stadion ini juga dilengkapi koneksi kereta, jalur sepeda dan jalur pejalan kaki yang strategis. Sehingga meminimalisir penggunaan mobil pribadi. * BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya