Kopda Muslimin Ditemukan Tewas Setelah Buron atas Kasus Penembakan Istri Sendiri

Istri Kopda Muslimin ditembak pembunuh bayaran saat tengah menjemput salah seorang anaknya dari sekolah, Senin 18 Juli 2022.

oleh Marco TampubolonDiperbarui 28 Juli 2022, 13:43 WIB
Kopda Muslimin. Dok: Kodam IV Diponegoro

Liputan6.com, Jakarta Pihak kepolisian akhirnya berhasil menemukan keberadaan Kopda Muslimin. Anggota TNI yang bertugas di Yonarhanud 15 itu dituding sebagai otak rencana pembunuhan istrinya sendiri, Rina Wulandari (43). 

Kopda Muslimin sempat buron setelah kasus penembakan di depan rumahnya, Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Senin 18 Juli 2022. Istrinya yang saat itu baru pulang menjemput salah seorang anaknya sekolah, ditembak orang tidak dikenal sebanyak dua kali. Satu peluru bersarang di pertunya, sementara satu peluru lagi luput setelah Rina berusaha mengelak sembari memeluk anaknya. 

Saat ini, Rina masih menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di kota Semarang. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyatakan Kopda Muslimin sebagai dalang peristiwa tersebut. Dia berniat menghabisi nyawa istrinya dengan menyewa jasa pembunuh bayaran.

Empat pelaku penembakan sudah lebih dulu ditangkap polisi. Dalam penyelidikan pihak kepolisian, diketahui, keempat pembunuh bayaran dijanjikan upah sebesar Rp120 juta untuk menghabisi Rina. 

Pihak kepolisian bersama TNI kemudian bekerjasama melakukan pengejaran terhadap Kopda Muslimin yang menghilang usai mengantarkan istrinya ke rumah sakit. Setelah sempat menghilang, keberadaan Kopda Muslimin akhirnya ditemukan di rumah orang tuanya di Kendal dalam kondisi tewas, Kamis (28/7).

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, yang ikut hadir di lokasi kejadian, menyebutkan, Kopda Muslimin ditemukan tak bernyawa pada pukul 07.00 setelah sebelumnya sempat muntah-muntah. 

 

 


Penyebab Kematian Masih Diselidiki

Ilustrasi foto Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat mempin upacara lilin candi beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, dia juga diketahui sempat berbincang dengan ayahnya, Mustaqim, yang lantas memintanya menyerahkan diri. Menurut Ahmad Luthfi, Kopda Muslimin juga sempat meminta maaf kepada ayahnya.

"Kami sudah melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kematian korban. Selanjutnya akan dilakukan autopsi atas izin keluarga," ujar Ahmad menjelaskan.

Ahmad Luthfi menambahkan, sejumlah barang bukti juga sudah diamankan dari TKP. Termasuk barang pribadi milik Kopda Muslimin dan spesimen muntahan yang ada di lokasi kematian.

"Ada muntah, kemudian alat komunikasi kita amankan," jelas dia.


Sewa Pembunuh Bayaran

Ilustrasi Penembakan (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Sebelumnya, polisi telah menangkap empat pelaku penembakan terhadap Rina Wulandari, istri Kopda Muslimin. Mereka diamankan karena terlibat langsung dalam upaya pembunuhan itu. Sementara satu pelaku lainnya adalah penyedia senjata api beserta empat butir yang digunakan eksekutor penembakan.

Lanjut Baca:

Pelaku yang berinisial S.alias Babi adalah eksekutor penembakan. Sementara pelaku lain berinisial P bertugas sebagai pengendara sepeda motor Kawasaki Ninja, kemudian S dan AS alias Gondrong berperan sebagai pengawas saat aksi penembakan dilakukan. Menurut pengakuan para tersangka, bukan kali ini saja Kopda Muslimin berniat membunuh istrinya. Sebelum penembakan terjadi, setidaknya ada tiga skenario yang sempat direncanakan, mulai dari mengirim santet, memberikan racun air kecubung, hingga rencana pencurian dengan kekerasan.  Namun belakangan, Kopda Muslimin memilih cara penembakan untuk menghabisi istrinya sendiri.    

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya