Liputan6.com, Jakarta Situasi keuangan dari Barcelona dikabarkan sudah semakin membaik. Hal ini dilakukan The Blaugrana menjual 15 persen hak siar mereka kepada Sixth Street selama 25 tahun ke depan. Kesepakatan itu menghasilkan 400 juta euro atau sekitar Rp 6,13 triliun bagi Barcelona.
Sebelumnya, Barcelona telah menjual 10 persen hak siar TV ke Sixth Street dengan harga sekitar 200 juta euro pada awal musim panas ini. Ini berarti perusahaan investasi asal Amerika itu akan memiliki 25 persen hak siar klub Catalan selama 25 tahun ke depan.
Advertisement
Melihat hal ini, seperti yang dikutip dari Manchester Evening News, Sabtu (23/7/2022), Barcelona dikabarkan tidak jadi menjual pemain bintang mereka, Frankie De Jong ke Manchester United.
Barca juga sudah mulai setuju untuk membayarkan sisa gaji dari De Jong yang memang sengaja dibekukan saat pandemi COVID-19 lalu. Hal ini, juga yang membuat raksasa Catalan itu ingin menjual pemain asal Belanda tersebut ke MU.
Walaupun sudah mendapatkan angin segar mengenai keuangan yang makin membaik. Barcelona masih berupaya menjual beberapa pemain mereka sebelum akhir jendela transfer musim panas untuk mengurangi tagihan gaji mereka.
Namun, untuk mendaftarkan pemain, Barcelona masih harus berpikir keras agar mendapatkan solusinya, salah satunya klub ingin menjual sebagian dari Barca Studios supaya mendapatkan dana segar kembali.
Barcelona sejauh ini telah mendatangkan empat pemain baru. Mereka adalah Robert Lewandowski, Andreas Christensen, Franck Kessie, dan Raphinha
Barcelona Terus Belanja
Meski telah mendatangkan empat pemain baru, Presiden Barcelona Joan Laporta menegaskan belum berhenti beraktivias di bursa transfer. Tim Catalan masih akan merekrut pemain lagi.
Barcelona terus dikaitkan dengan sejumlah bek, yakni Cesar Azpilicueta dari Chelsea dan pemain Sevilla Jules Kounde. "Kami ingin membuat tim yang kompetitif, memberi Xavi alat untuk memiliki tim yang bagus dan saya pikir kami berada di jalur yang benar," kata Laporta seperti dikutip Marca.
"Mimpi saya adalah agar Barca menjadi referensi dunia lagi dan kami bekerja untuk itu. Jika ekonomi tidak pulih maka akan sangat sulit."