Liputan6.com, Kuala Lumpur: Dalam pidato selama tujuh menit di Konferensi Tingkat Tinggi ke-13 Gerakan Nonblok, Senin (24/2), Presiden Megawati Sukarnoputri menolak perang sebagai cara menyelesaikan persoalan Irak. Dari beberapa pengalaman, lanjut Presiden, penyelesaian konflik dengan peperangan hanya akan menunjukkan kecenderungan anggapan bahwa yang kuat dapat berlaku apa saja. Sedangkan pihak yang lemah, harus selalu taat kepada aturan main yang ditentukan negara yang kuat [baca: KTT XIII GNB Tingkat Kepala Negara Dimulai].
Megawati menyampaikan pandangannya itu di urutan ke-17 setelah Presiden Pakistan Pervez Musharraf. Total jenderal, 35 kepala negara akan memberikan pidato pandangan negaranya dalam sidang yang digelar di Gedung Putra World Trade Center (PWTC) Kuala Lumpur ini. Kepala negara yang tidak kebagian berpidato hari ini rencananya akan dilanjutkan besok. Mayoritas kepala negara yang berpidato hari ini menyoroti kasus Irak, Palestina, dan senjata nuklir Korea Utara.
KTT kali ini dipastikan akan menghasilkan Deklarasi Kuala Lumpur tentang sikap negara-negara Gerakan Nonblok terhadap kondisi dunia. Sejauh ini, menyangkut konflik AS-Irak, negara-negara peserta sudah menyepakati isi pernyataan yang akan menjadi deklarasi akhir KTT GNB. Namun demikian, mereka belum sepaham menyoal kalimat yang akan digunakan dalam Deklarasi Kuala Lumpur itu.(YYT/Indriasti Yuliasti)
Megawati menyampaikan pandangannya itu di urutan ke-17 setelah Presiden Pakistan Pervez Musharraf. Total jenderal, 35 kepala negara akan memberikan pidato pandangan negaranya dalam sidang yang digelar di Gedung Putra World Trade Center (PWTC) Kuala Lumpur ini. Kepala negara yang tidak kebagian berpidato hari ini rencananya akan dilanjutkan besok. Mayoritas kepala negara yang berpidato hari ini menyoroti kasus Irak, Palestina, dan senjata nuklir Korea Utara.
KTT kali ini dipastikan akan menghasilkan Deklarasi Kuala Lumpur tentang sikap negara-negara Gerakan Nonblok terhadap kondisi dunia. Sejauh ini, menyangkut konflik AS-Irak, negara-negara peserta sudah menyepakati isi pernyataan yang akan menjadi deklarasi akhir KTT GNB. Namun demikian, mereka belum sepaham menyoal kalimat yang akan digunakan dalam Deklarasi Kuala Lumpur itu.(YYT/Indriasti Yuliasti)