Liputan6.com, Medan: Jumlah korban tewas dalam insiden terbakarnya KM Mutiara Indah di perairan Tanjung Siapi-api, Sumatra Utara, Senin (24/2) dini hari, bertambah empat orang. Dengan demikian, jumlah korban tewas hingga kini berjumlah delapan jiwa. Sementara korban yang masih dinyatakan hilang berjumlah 19 orang.
Menurut anggota Tim SAR Kepolisian Air dan Udara Polda Sumut Unit Tanjungbalai Asahan Brigadir Satu Polisi Suroto, keempat korban tewas itu ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian. Itulah sebabnya, pihaknya hingga kini masih terus mencari penumpang yang dinyatakan hilang. Berdasarkan data yang ada, kapal nahas tersebut mengangkut 80 orang dan delapan anak buah kapal [baca: Kapal Mutiara Indah Terbakar, 4 Penumpang Tewas].
Di sisi lain, dari delapan korban tewas, tiga jenazah di antaranya telah diambil keluarga. Seorang di antara jenazah yang belum diambil bernama Bunga, bocah berusia lima tahun yang hingga kini masih berada di kamar mayat Rumah Sakit Tengku Mansyur, Tanjungbalai. Hingga kini, baru empat korban tewas yang terindentifikasi. Di antaranya, Anton Gultom (28) asal Tanjungbalai sebagai anak buah kapal, Tumpak Sitohang (52) asal Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumut, Riamin Boru Sinaga asal Sungai Rebut, Labuhan Batu, dan Bunga Boru Sinaga (5).(ORS/Chaerul Dharma)
Menurut anggota Tim SAR Kepolisian Air dan Udara Polda Sumut Unit Tanjungbalai Asahan Brigadir Satu Polisi Suroto, keempat korban tewas itu ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian. Itulah sebabnya, pihaknya hingga kini masih terus mencari penumpang yang dinyatakan hilang. Berdasarkan data yang ada, kapal nahas tersebut mengangkut 80 orang dan delapan anak buah kapal [baca: Kapal Mutiara Indah Terbakar, 4 Penumpang Tewas].
Di sisi lain, dari delapan korban tewas, tiga jenazah di antaranya telah diambil keluarga. Seorang di antara jenazah yang belum diambil bernama Bunga, bocah berusia lima tahun yang hingga kini masih berada di kamar mayat Rumah Sakit Tengku Mansyur, Tanjungbalai. Hingga kini, baru empat korban tewas yang terindentifikasi. Di antaranya, Anton Gultom (28) asal Tanjungbalai sebagai anak buah kapal, Tumpak Sitohang (52) asal Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumut, Riamin Boru Sinaga asal Sungai Rebut, Labuhan Batu, dan Bunga Boru Sinaga (5).(ORS/Chaerul Dharma)