Liputan6.com, Jakarta - Balapan Formula One (F1) GP Inggris diwarnai kecelakaan hebat yang melibatkan pembalap Alfa Romeo asal China, Zhou Guanyu. Kejadian itu terjadi selepas start di tikungan pertama.
Mobil Zhou dan George Russell (Mercedes) bersenggolan. Sehingga mobil Zhou terpental hebat hingga keluar lintasan, bahkan hampir terlempar ke bangku penonton setelah menabrak pagar pembatas.
Advertisement
Beruntung Zhou, seperti yang dikutip dari laman resmi F1 dan Alfa Romeo, selamat dan tidak mengalami cedera parah. Bahkan, pembalap berusia 23 tahun itu sempat melakukan swafoto dan memberikan konfirmasi di Twitter kalau dia baik-baik saja.
Russell yang terlibat dalam kecelakaan langsung berinsiatif melihat kondisi dari Zhou setelah insiden itu terjadi. Dalam tayangan ulang, Russell langsung keluar dari mobil dan berlari menuju mobil Zhou terbalik untuk memastikan kondisinya.
FIA menyatakan bahwa Zhou langsung dibawa ke medical center. FIA juga menyatakan bahwa Zhou dalam kondisi sadar dan mampu berbicara.
Ternyata kejadian itu bukan kecelakaan pertama di ajang jet darat F1. Ada beberapa kecelakaan lebih mengerikan, bahkan memakan korban jiwa.
Berikut ini rangkumannya:
Wolfgang Von Trips – Grand Prix Italia 1961
Balapan Formula One (F1) pada Grand Prix Italia tahun 1961 menjadi salah satu sejarah paling kelam di dunia balapan jet darat. Pasalnya, bukan cuma pembalap yang menjadi korban jiwa, tapi juga penonton.
Saat itu Wolfgang von Trips yang berpeluang menjadi juara di ajang Formula 1 mengalami kecelakaan usai mobilnya oleng dan menabrak pembalap tim Lotus, Jim Clark di sebuah tikungan yang berjuluk Parabolica.
Bersenggolan keras dengan jet darat rivalnya tersebut membuat mobil Ferrari yang dikemudikan Wolfgang langsung mental ke udara serta menabrak dan menewaskan setidaknya 14 penonton.
Sementara pembalap asal Jerman tersebut terlempar dari kokpit dan meninggal dunia seketika di tempat kejadian kecelakaan maut itu terjadi.
Wolfgang sebelumnya juga sempat mengalami kecelakaan selama dua kali di Sirkuit Monza yakni pada 1956 dan 1958. Namun ia tak bisa lagi menghindari maut ketika kembali mengalami kecelakaan di lintasan sama pada 1961.