Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bertahan di zona hijau pada perdagangan Kamis, (9/6/2022). Akan tetapi, aksi beli investor asing sangat signifikan pada perdagangan Kamis pekan ini.
Pada penutupan perdagangan, IHSG melemah terbatas 0,15 persen ke posisi 7.182,83. Indeks LQ45 merosot 0,43 persen ke posisi 1.037,17. Sebagian besar indeks acuan kompak tertekan.
Advertisement
Pada Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.257,99 dan terendah 7.174,82. Sebanyak 318 saham melemah sehingga menekan IHSG. 202 saham menguat dan 173 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 1.609.406 kali dengan volume perdagangan 29 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,3 triliun. Investor asing beli saham Rp 1,16 triliun di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.534.
Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali indeks sektor saham IDXenergy menguat 0,84 persen dan indeks sektor saham IDXindustry bertambah 0,17 persen. Sementara itu, indeks sektor saham IDXtransportasi merosot 1,57 persen dan catat koreksi terbesar.
Diikuti indeks sektor saham IDXhealth susut 0,84 persen, indeks sektor saham IDXProperty melemah 0,83 persen, indeks sektor saham IDXnonsiklikal melemah 0,81 persen, indeks sektor saham IDXinfrastruktur tergelincir 0,70 persen, dan indeks sektor saham IDXbasic merosot 0,34 persen.
Bursa saham Asia sebagian besar tertekan pada perdagangan Kamis, 9 Juni 2022. Bursa saham China turun meski data perdagangan Mei lebih baik dari yang diharapkan. Indeks Shanghai melemah 0,76 persen ke posisi 3.238,95. Indeks Shenzhen susut 1,85 persen ke posisi 11.810,58. Indeks Hang Seng merosot 0,9 persen.
* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Data Ekonomi China
Sentimen seputar situasi COVID-19 di China mungkin telah meredam sentimen investor pada perdagangan Kamis pekan ini. Hal ini seiring pemerintah mengumumkan beberapa bagian Shanghai akan memberlakukan kembali pembatasan COVID-19.
Ekspor China melonjak 16,9 persen pada perdagangan Mei 2022 dibandingkan tahun lalu, berdasarkan laporan Reuters. Hal itu melampaui harapan analis dalam jajak pendapat Reuter dengan kenaikan 8 persen. Impor juga lebih tinggi dari yang diharapkan naik 4,1 persen dari prediksi dua persen, menurut Reuters.
“Apakah pertumbuhan ekspor China yang kuat dapat dipertahankan masih belum pasti, Kebijakan nol COVID-19, pengetatan kebijakan moneter di pasar ekspor dan berlanjutnya pergeseran konsumsi dari barang ke jasa di negara maju merupakan hambatan ekspor China,” ujar Senior Associate of Currency Strategy and International Economics Commonwealth Bank of Australia, Carol Kong dikutip dari CNBC, Kamis pekan ini.
Harga Minyak Melemah di Asia
Ia menambahkan, potensi pengurangan tarif Amerika Serikat untuk barang China akan menjadi pertanda baik untuk permintaan ekspor China.
Indeks Jepang Nikkei menguat ke posisi 28.246,53. Indeks Topix melemah ke posisi 1.969,05. Indeks Korea Selatan Kospi merosot ke posisi 2.625,44. Di Australia, indeks ASX 200 susut 1,42 persen ke posisi 7.019,70. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah ke posisi 0,64 persen.
Indeks dolar AS berada di posisi 102,54 dari sebelumnya di posisi 102. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 133,83 per dolar AS. Harga minyak pada jam perdagangan di Asia, dengan harga minyak Brent turun 0,44 persen ke posisi USD 123,04 per barel. Harga minyak Amerika Serikat melemah 0,47 persen ke posisi USD 121,54 per barel.
Top Gainers-Losers dan Aksi Investor Asing
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
-Saham IPPE melonjak 25 persen
-Saham ASHA melonjak 22,08 persen
-Saham TRIS melonjak 18,28 persen
-Saham BMSR melonjak 17,96 persen
-Saham RBMS melonjak 15,79 persen
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
-Saham PANI melemah 6,99 persen
-Saham CSAP melemah 6,98 persen
-Saham SLIS melemah 6,93 persen
-Saham PSGO melemah 6,93 persen
-Saham IBST melemah 6,92 persen
Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:
-Saham BMRI senilai Rp 562,8 miliar
-Saham BBRI senilai Rp 322,1 miliar
-Saham ASII senilai Rp 183,8 miliar
-Saham PTBA senilai Rp 46,2 miliar
-Saham ESSA senilai Rp 40,7 miliar
Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:
-Saham BBNI senilai Rp 141,3 miliar
-Saham TLKM senilai Rp 75,6 miliar
-Saham PNLF senilai Rp 60,1 miliar
-Saham ACES senilai Rp 44,6 miliar
-Saham ISAT senilai Rp 37,1 miliar