Sinopsis dan Review Cyber Hell: Exposing an Internet Horror, Menguliti Skandal Besar Nth Room di Korea yang Bikin Naik Darah

Cyber Hell: Exposing an Internet Horror mengungkap detail di balik skandal besar mengenai jaringan penyebaran konten asusila, yang mengguncang Korea Selatan pada 2020.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 19 Mei 2022, 20:00 WIB
Cyber Hell: Exposing an Internet Horror. (Netflix)

Liputan6.com, Jakarta Ada banyak contoh yang membuktikan bahwa dunia nyata lebih ngeri dari cerita fiksi, dan salah satunya ditampilkan dalam Cyber Hell: Exposing an Internet Horror. Film dokumenter Netflix ini mengungkap skandal besar mengenai jaringan penyebaran konten asusila, yang mengguncang Korea Selatan pada 2020.

Ini bukan sekadar jaringan penyebaran konten pornografi biasa. Dua pelaku utamanya, Cho Ju Bin alias Baksa dan Moon Hyung Wook alias Godgod, telah memanipulasi, memaksa, dan mengancam para perempuan muda untuk memberikan foto dan video dalam keadaan tak pantas. Para korbannya, banyak yang masih di bawah umur.

Gilanya lagi, rekaman ini kemudian disebar dalam chatroom yang mereka buat di Instagram. Anggotanya mencapai puluhan ribu. Skandal yang menimbulkan gelombang kemarahan besar rakyat Korsel ini, akhirnya dikenal dengan istilah kasus "Nth Room."

Bila rangkuman singkat ini sudah membuat Anda naik darah, tunggu sampai Anda menyaksikan dokumenter berdurasi 1 jam 45 menit ini. Berikut sinopsis Cyber Hell: Exposing an Internet Horror.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Dari Mata Jurnalis

Cyber Hell: Exposing an Internet Horror. (Netflix)

Di awal film, kengerian kasus Nth Room diceritakan lewat mata orang-orang yang pertama kali menyibak kasus horor ini: para jurnalis. Yang pertama kali menginvestigasi kasus ini adalah jurnalis Kim Wan dari Hankyoreh. Awalnya, ia mengira ini adalah kasus penyebaran video pornografi yang lebih umum, dan artikelnya bisa rampung dalam waktu singkat.

Namun semua itu berubah setelah ia mengetahui modus Baksa, pemilik chatroom tempat video dan foto tak pantas ini disebarkan. Baksa menipu perempuan yang hendak mencari kerja paruh waktu, dengan memintanya mengirim sejumlah foto, termasuk dalam keadaan minim busana. Ia juga minta dikirimi data diri, alasannya untuk data di tempat kerja.

Namun yang terjadi pelaku kemudian memanfaatkan data-data tersebut untuk mengancam para korban, yang ia namakan "Budak Baksa." Ia minta korban melakukan apa pun yang ia perintahkan. Bila menolak, rekaman para korban akan disebar. Mulai dari tanpa busana, menjilat lantai kamar mandi, hingga menyakiti diri sendiri.

Lanjut Baca:

Rupanya, Baksa bukan pemain tunggal. Ada lagi pemilik chatroom serupa yang memiliki nama samaran Godgod.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya