Liputan6.com, Jakarta Norwich City menjadi tim pertama yang dipastikan degradasi dari Premier League musim ini. Tim yang dijuluki The Canariers itu turun kasta setelah kalah 0-2 melawan Aston Villa, Sabtu (30/4/2022).
Dalam laga ini, tuan rumah Aston Villa unggul lewat Ollie Watkins dan Danny Ings. Sementara di laga lainnya, Burnley secara mengejutkan berhasil bangkit dan menang 2-1 atas lawannya, Watford.
Advertisement
Dengan menyisakan empat pertandingan lagi, Norwich yang berada di dasar klasemen tidak lagi mampu melewati zona degradasi. Pasukan Dean Smih kini terbenam dengan urutan terbawah dengan 21 poin atau terpaut 13 poin dari tim yang menempati posisi ke-17, yakni Leeds United.
Ini merupakan kali keenam Norwich City tergelincir ke divisi Championship. Sebelumnya, Norwich juga pernah degradasi dari Premier League pada tahun 1995, 2005, 2014, 2016, dan 2020.
"Saya sangat kecewa dengan hasil ini. Tapi ini hasil yang adil mengingat kami sejak awal memang tidak cukup baik untuk menghadapi musim ini," ujar kapten Norwich City, Grant Hanley dilansir Metro.co.uk.
"Sulit bagi saya untuk mengomentari apa pun sekarang. Emosi tinggi, kami memberikan segalanya tetapi itu tidak cukup dan itulah kisah musim kami," ujar Hanley menambahkan.
"Penting untuk tidak melihat terlalu jauh ke depan, kami masih memiliki kebanggaan untuk bermain. Kemudian kita akan melihat di mana kita berdiri," Hanley menutup pembicaraan.
**Pantau arus mudik dan balik Lebaran 2022 melalui CCTV Kemenhub dari berbagai titik secara realtime di tautan ini
Tim Yo-yo
Musim lalu, Norwich City menjadi juara Liga Inggris Divisi Championship sekaligus menjadi pintu masuk mereka ke Premier League. Namun kiprah The Canaries tidak terlalu baik di awal musim. Bersama manajer Daniel Farke, Norwich sangat dekat dengan kekalahan. Farke akhirnya dipecat pada November lalu setelah hanya mampu memenangkan satu dari 11 pertandingan di liga.
Posisinya kemudian digantikan oleh Dean Smith. Kehadiran mantan pemain Aston Villa itu memberikan perubahan berarti bagi permainan Norwich. Sayang hasilnya yang diraih juga tidak terlalu baik. Norwich bermain tidak konsisten dan dikenal sebagai tim dengan penampilan mirip Yo-yo yang naik turun.