Kerusuhan SARA di Sumbawa Pernah Terjadi pada 1980

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan prihatin atas kerusuhan yang kembali menimpa Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat pada Selasa kemarin.

oleh Raden Trimutia HattaDiterbitkan 23 Januari 2013, 11:23 WIB
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan prihatin atas kerusuhan yang kembali menimpa Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat pada Selasa kemarin. Kerusuhan yang sama pernah terjadi pada 17 November 1980.

"Kita semua prihatin dengan terjadinya kerusuhan di Sumbawa Besar, walapun tidak ada korban jiwa, namun kerusakan bangunan tempat tinggal termasuk hotel. Ini cukup menyedihkan," kata tokoh Muhammadiyah yang juga putra kelahiran Sumbawa Besar itu di Mataram, Rabu (23/1/2013).

Menurutnya, kerusuhan kali ini sama dengan yang pernah terjadi pada 1980. Faktor penyebab maupun akibatnya hampir sama, yakni karena sentimen kesukuan dan keagamaan.

"Ini berarti masih ada masalah dalam masyarakat yang perlu segera diselesaikan dan tentu ini merupakan tanggung jawab kita semua baik pemerintah, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat," ujarnya.

Ia mengemukakan, peristiwa di Sumbawa Besar tersebut tidak perlu terjadi dalam bentuk tindakan kekerasan maupun perusakan karena faktor pemicunya tidak ada kaitan dengan suku, agama, ras, dan antargologan. Kasus itu merupakan kejadian antara anak manusia dan anggota masyarakat yang bisa diselesaikan secara hukum, bukan dengan tindakan kekerasan oleh pihak keluarga korban.

"Karena itu, saya minta ini harus diusut sampai tuntas, jangan menjadi preseden buruk lagi. Itu sebenarnya hanya merupakan peristiwa antara duia anak manusia yang kebetulan beda suku dan agama yang kemudian dikaitkan dengan sentimen kesukuan dan keagamaan," imbaunya.

Menurut Din, tidak ada alasan yang bisa dibenarkan baik dari sisi agama maupun budaya untuk melakukan tindakan kekerasan maupun keagamaan. Ia pun meminta masyarakat dan semua pihak dapat mengendalikan diri untuk tidak melakukan perbuatan yang mengarah kepada tindakan kekerasan dan perusakan.

Kerusuhan di Sumbawa Besar terjadi pada Selasa (22/1) sekitar pukul 13.30 WITA, mengakibatkan belasan bangunan rumah, termasuk hotel rusak parah. Aksi perusakan itu diduga dipicu oleh isu bernuansa SARA.

Pihak Kepolisian Daerah NTB telah mengklarifikasi pemicu kerusuhan di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, untuk dipahami semua pihak.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTB AKBP Sukarman Husein mengatakan kasus sebenarnya adalah kecelakaan lalu lintas, bukan pembunuhan atau apa pun yang diisukan. "Ini fakta yang sebenarnya," tegas dia.

Ia mengatakan, kejadian yang sebenarnya adalah kecelakaan lalu lintas pada Sabtu (19/1) sekitar pukul 23.00 Wita di jalan raya jurusan Sumbawa-Kanar Kilometer 15-16, di dekat tambak udang Dusun Empang, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. (Ant/Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya