Carlo Ancelotti kepada Karim Benzema Sebelum Cetak Hattrick ke Gawang Chelsea: Saya Tidak akan Memainkanmu

Karim Benzema menjadi bintang pada pertandingan Chelsea Vs Real Madrid pada leg pertama babak perempat final Liga Champions lewat tiga gol yang dicetaknya ke gawang lawan.

oleh Marco TampubolonDiperbarui 07 April 2022, 16:25 WIB
Ekspresi striker Real Madrid, Karim Benzema, setelah mencetak gol ke gawang Chelsea pada leg pertama perempat final Liga Champions 2021/2022 di Stamford Bridge, Kamis (7/4/2022) dini hari WIB. (Glyn Kirk/ AFP)

Liputan6.com, Jakarta Momen menggelikan dialami Karim Benzema sebelum pertandingan Real Madrid melawan Chelsea pada leg pertama babak perempat final Liga Champions, Kamis (7/4/2022). Pemain asal Prancis tersebut sempat dibuat kelimpungan oleh sikap yang ditunjukkan sang pelatih Carlo Ancelotti sebelum laga.

Kejadian bermula saat rombongan dalam perjalanan menuju Stamford Bridge. Saat tiba di stadion, Ancelotti tiba-tiba berkata kepada Benzema kalau dia tidak akan menurukannya dalam pertandingan.

Ucapan Ancelotti tentu membuat Benzema gelagapan mengingat laga sudah di depan mata. 

Namun ternyata Ancelotti hanya bergurau. Dia tidak serius ingin memarkir mantan pemain Lyon itu. 

Kebiasaan seperti ini memang sudah sering dilakukan Ancelotti terhadap pemain Real Madrid sejak dulu. Sampai-sampai Cristiano Ronaldo juga pernah menjadi korbannya. Dalam buku berjudul "Quiet Leadership", Ronaldo secara terang-terangan menyebut Ancelotti sebagai pelatih yang suka bergurau. 

"Sehari sebelum laga dia datang dan berkata, 'Cristiano, besok adalah hari istirahatmu'," ujar Ronaldo.

"Saya selalu ingin bermain, semua orang tahu itu, jadi saya akan marah dan bertanya kenapa kepadanya. Dia tetap saja mengatakan hal yang sama, hingga pada akhirnya dia bilang ke saya begini, "Besok saya akan punya waktu istirahat sampai pukul 3 sore. Pertandingan baru pukul 4, bukan? Dan saya akan tertawa," pemain asal Portugal itu menambahkan dalam buku terbitan 2017 itu.

Untuk kasus Benzema jelang pertandingan Real Madrid Vs Chelsea juga sama. Ancelotti juga hanya bergurau. "Saat turun dari bus, saya katakan kalau saya tidak akan menurunkannya karena dia tidak menemukan kartu akses untuk masuk," ujar Ancelotti kepada Amazon Prime sembari tertawa. 

"Beruntung dia berhasil menemukannya," beber Ancelotti menambahkan.  

 


Negatif COVID-19

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Getafe di Stadion Coliseum Alfonso Perez, Minggu, 2 Januari 2022. Real Madrid kalah 0-1. (JAVIER SORIANO / AFP)

Ancelotti sebenarnya nyaris tidak bisa mendampingi pasukannya bertanding melawan Chelsea di leg pertama babak perempat final Liga Champions 2021/2022. Namun beruntung, pada detik-detik terakhir dia mampu mendapatkan hasil tes negatif untuk COVID-19 yang sempat menyerangnya.

Kehadiran Ancelotti di pinggir lapangan tentu menambah besar moral bertanding pasukannya saat bertemu Chelsea. Meski tampil di kandang lawan, Madrid mampu tampil memukau dan menang 3-1.

Lanjut Baca:

Hasil ini membuat perjalanan Real Madrid menuju semifinal Liga Champions semakin ringan. Apalagi, leg kedua akan berlangsung di markas sendiri, Santiago Bernabeu, pada 12 April mendatang. Tak perlu menang, dengan hasil imbang saja atau kalah di bawah margin 2 gol, Real Madrid sudah bisa lolos. "Kami mengontrol pertandingan dan berbahaya dalam serangan balik. Ini malam yang indah, tetapi ini baru separuh jalan dan kami harus menatap ke depan," kata Ancelotti seperti dilansir situs resmi UEFA

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya