Polri: Basement Plaza UOB Masih Berisiko

Hingga hari ke-5 insiden banjir di basement Plaza UOB, petugas keamanan gedung masih membatasi akses masuk.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Januari 2013, 02:26 WIB
Hingga hari ke-5 insiden banjir di basement Plaza UOB, petugas keamanan gedung masih membatasi akses masuk. Kepolisian menyatakan, pembatasan itu dilakukan karena kondisi basement masih terlalu berisiko untuk dimasuki.

"Sementara ini, saya tidak menganjurkan apabila khalayak ramai untuk masuk ke dalam. Mengingat bahwa itu masih sangat berisiko masuk ke dalam itu," ujar Kombes Pol. Anton Kastilani, Kepala Disaster Victim Identification Markar Besar Kepolisan Republik Indonesia (DVI-Mabes Polri), di Plaza UOB Jakarta, Senin (21/1/2013).

Menurut Anton, hal tersebut memang dilakukan karena air masih menggenangi basement gedung itu, terutama di basement 2. Saat ini proses pengeringan oleh Tim Rescue dari Pemadam Kebakaran masih dilakukan.

"Karena air masih banyak, tentu kalau orang banyak masuk nanti akan menyulitkan," katanya.

Anton juga mengatakan, dengan banyaknya orang yang masuk ke dalam basement itu, akan menyulitkan pihak Kepolisian untuk mengeksplorasi tempat itu, dan akan semakin sulit untuk melakukan proses identifikasi, jika kembali ditemukan jenazah korban.

"Untuk proses identifikasi, kalau ditemukan jenazah lagi tentu akan menyulitkan lagi," ungkapnya.

Hingga Senin dini hari, proses pengeringan masih dilakukan. Petugas keamanan gedung masih belum membolehkan jurnalis untuk mencari tahu tentang perubahan kondisi terbaru proses pengeringan basement gedung itu, meskipun sama sekali belum ada garis polisi yang terpasang.

"Jangan masuk, di sana (basement) tidak ada apa-apa, masih sama kayak tadi, masih dikeringin," ujar salah satu petugas keamanan. (Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya