Bupati Tabanan 2010-2015, 2016-2021, Ni Putu Eka Wiryastuti (kedua kiri) dan I Dewa Nyoman Wiratmaja (kanan) usai rilis penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/3/2022). Keduanya tersangka dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah Kabupaten Tabanan tahun 2018. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Bupati Tabanan 2010-2015, 2016-2021, Ni Putu Eka Wiryastuti (depan) dan I Dewa Nyoman Wiratmaja sesaat sebelum rilis penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/3/2022). Keduanya tersangka dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah Kabupaten Tabanan tahun 2018. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Bupati Tabanan 2010-2015, 2016-2021, Ni Putu Eka Wiryastuti (depan) dan I Dewa Nyoman Wiratmaja sesaat sebelum rilis penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/3/2022). Keduanya tersangka dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah Kabupaten Tabanan tahun 2018. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Bupati Tabanan 2010-2015, 2016-2021, Ni Putu Eka Wiryastuti (depan) dan I Dewa Nyoman Wiratmaja sesaat sebelum rilis penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/3/2022). Keduanya tersangka dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah Kabupaten Tabanan tahun 2018. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Bupati Tabanan 2010-2015, 2016-2021, Ni Putu Eka Wiryastuti sesaat sebelum rilis penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/3/2022). Ni Putu Eka Wiryastuti merupakan tersangka dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah Kabupaten Tabanan tahun 2018. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar menyampaikan rilis penahahan Ni Putu Eka Wiryastuti dan I Dewa Nyoman Wiratmaja sebagai tersangka dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah Kabupaten Tabanan tahun 2018 di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/3/2022). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar sesaat sebelum menyampaikan rilis penahahan Ni Putu Eka Wiryastuti dan I Dewa Nyoman Wiratmaja sebagai tersangka dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah Kabupaten Tabanan tahun 2018 di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/3/2022). (Liputan6.com/Helmi Fithrians
Bupati Tabanan 2010-2015, 2016-2021, Ni Putu Eka Wiryastuti seusai rilis penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/3/2022). Ni Putu Eka Wiryastuti merupakan tersangka dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah Kabupaten Tabanan tahun 2018. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Bupati Tabanan 2010-2015, 2016-2021, Ni Putu Eka Wiryastuti (kedua kiri) dan I Dewa Nyoman Wiratmaja seusai rilis penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/3/2022). Keduanya tersangka dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah Kabupaten Tabanan tahun 2018. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Bupati Tabanan 2010-2015, 2016-2021, Ni Putu Eka Wiryastuti seusai rilis penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/3/2022). Ni Putu Eka Wiryastuti merupakan tersangka dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah Kabupaten Tabanan tahun 2018. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Bupati Tabanan 2010-2015, 2016-2021, Ni Putu Eka Wiryastuti naik mobil tahanan seusai rilis penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/3/2022). Ni Putu Eka Wiryastuti merupakan tersangka dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah Kabupaten Tabanan tahun 2018. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Bupati Tabanan 2010-2015, 2016-2021, Ni Putu Eka Wiryastuti naik mobil tahanan seusai rilis penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/3/2022). Ni Putu Eka Wiryastuti merupakan tersangka dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah Kabupaten Tabanan tahun 2018. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)