FOTO: Hong Kong Simpan Jenazah Covid-19 di Dalam Kontainer Pendingin

Rumah sakit Kong sudah mulai menggunakan wadah berpendingin untuk menyimpan jenazah sebelum dimakamkan.

oleh Johan Fatzry diperbarui 07 Mar 2022, 18:00 WIB
Hong Kong Simpan Jenazah Covid-19 di Dalam Kontainer Pendingin
Rumah sakit Kong sudah mulai menggunakan wadah berpendingin untuk menyimpan jenazah sebelum dimakamkan.
Petugas kesehatan memindahkan jenazah dari kontainer berpendingin ke mobil jenazah di lahan kosong dekat rumah duka di Hong Kong, Senin (7/3/2022). Kontainer berpendingin dijadikan tempat penyimpanan jenazah pasien Covid-19 dan jenazah lainnya akibat rumah sakit yang penuh. (AP Photo/Vincent Yu)
Pekerja menyaksikan kontainer berpendingin untuk jenazah diturunkan di sebuah lahan kosong dekat rumah duka di Hong Kong, Senin (7/3/2022). Rumah sakit Kong sudah mulai menggunakan wadah berpendingin untuk menyimpan jenazah sebelum dimakamkan. (AP Photo/Vincent Yu)
Petugas kesehatan memindahkan jenazah dari kontainer berpendingin ke mobil jenazah di lahan kosong dekat rumah duka di Hong Kong, Senin (7/3/2022). Kontainer berpendingin dijadikan tempat penyimpanan jenazah pasien Covid-19 dan jenazah lainnya akibat rumah sakit yang penuh. (AP Photo/Vincent Yu)
Petugas kesehatan memindahkan jenazah dari kontainer berpendingin ke mobil jenazah di lahan kosong dekat rumah duka di Hong Kong, Senin (7/3/2022). Rumah sakit Kong sudah mulai menggunakan wadah berpendingin untuk menyimpan jenazah sebelum dimakamkan. (AP Photo/Vincent Yu)
Pekerja memindahkan jenazah dari kontainer berpendingin ke mobil jenazah di Rumah Sakit Umum Fu Shan di Hong Kong (6/3/2022). Penyebaran varian Omicron membuat tingkat kematian pasien Covid-19 di Hong Kong menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. (AFP/Peter Parks)
Petugas medis mengobrol di antara kontainer berpendingin untuk menampung jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Umum Fu Shan di Hong Kong (6/3/2022). Penyebaran varian Omicron membuat tingkat kematian pasien Covid-19 di Hong Kong menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. (AFP/Peter Parks)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya