Covid-19 Omicron Subvarian BA.2 Munculkan Gejala di Usus

Masyarakat masih harus waspada terhadap pandemi covid-19 varian Omicron. Pasalnya, ada subvarian Omicron BA.2 yang diketahui punya tingkat penyebaran lebih cepat.

oleh Luthfie FebriantoDiperbarui 24 Februari 2022, 10:41 WIB
Ilustrasi Omicron (Arfandi/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat masih harus waspada terhadap pandemi covid-19 varian Omicron. Pasalnya, ada subvarian Omicron BA.2 yang diketahui punya tingkat penyebaran lebih cepat.

Infeksi yang disebabkan subvarian ini pun disinyalir lebih parah seperti covid-19 varian Delta.

"Kita tahu bahwa virus ini menyebar ke bagian tubuh yang berbeda. Ada kemungkinan Omicron atau varian lain menyerang usus," kata Tim Spector, Profesor Studi Gejala Covid ZOE, mengatakan kepada The Sun.

"Dan ini tidak akan terlihat di hidung, jadi Anda bisa terkena infeksi usus tapi tidak terlihat positif," ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, keluhan pasien yang terinfeksi subvarian ini lebih banyak berhubungan dengan perut. Pasien setidaknya mengeluhkan enam penyakit seperti mual, diare, muntah, sakit perut, mulas dan kembung.

Lewat aplikasinya, Zoe Covid mengidentifikasi diare sebagai gejala yang tidak begitu umum.

"Kami masih menyelidiki apa artinya peningkatan laporan gejala gastrointestinal seperti diare, melewatkan makan dan sakit perut, yang lazim dengan varian sebelumnya, karena peningkatan tersebut tampaknya tidak terkait dengan mereka yang dites positif Omicron, "

 


Dikonfirmasi WHO

Ilustrasi virus corona COVID-19, omicron. (Photo by starline on Freepik)

Lebih lanjut, Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menilai subvarian BA.2 lebih menular. Lonjakan subvarian ini pun diprediksi lebih banyak daripada subvarian Omicron sebelumnya.

 


Infografis

Infografis Gejala Covid-19 Omicron dan Cara Penanganan (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya