Wow, Kurniawan Dwi Yulianto Bakal Jadi Asisten Pelatih Klub Italia Como

Kurniawan Dwi Yulianto masih menunggu terbitnya visa sebelum bergabung dengan Como 1907.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 13 Januari 2022, 12:55 WIB
Staf pelatih Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, saat sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Jumat (02/11/2018). Latihan tersebut dalam rangka persiapan jelang laga Piala AFF 2018. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Jakarta Mantan striker timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto kembali ke Italia. Jebolan timnas Primavera yang pernah menimba ilmu di Negeri Piza itu bakal bergabung dengan tim Serie B, Como 1907

Dalam wawancara dengan channel Youtube, Akurasi TV, Kurniawan mengaku bakal menempati posisi sebagai asisten pelatih Como 1907. Pria yang akrab disapa Si Kurus itu pun menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi bagian dari tim kepelatihan klub di level profesional sepak bola Italia. 

Dalam wawancara dengan Akurasi TV, Kurniawan bercerita tidak segera menerima tawaran dari Como. Sebab saat kesempatan pertama datang, dia masih menangani klub Malaysia, Sabah FA. 

"Enggak kebayang (jadi asisten pelatih Como), enggak punya mimpi juga. Tahun lalu saat mereka promosi ke Serie B, saya dihubungi Pak Mirwan (Suwarso, Como)," ujar Kurniawan. 

"Dia ingin ada pelatih asal Indonesia untuk jadi asisten. Tapi saat itu saya masih ada kontrak dengan Sabah. Ya alhamdulillah, mungkin sudah jalannya. Saat saya komunikasi lagi, mereka masih memberikan kesempatan," ujar pemain Kurniawan menambahkan. 

Como 1907 seperti diketahui berlaga di Liga Italia Serie B. Saat ini, tim yang bermarkas di Lombardy itu berada di urutan ke-11 dengan 25 poin. Como merupakan tim promosi usai menjuarai Seire C musim lalu. Saat ini, tim utama Como 1907 ditangani pelatih asal Italia, Gatusso Giacomo. 

 


Milik Orang Kaya Indonesia

Como 1907 Promosi ke Serie B.

Dua tahun lalu, dua orang terkaya di Indonesia, Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono membeli klub ini dengan harga murah. Mereka membeli Como FC dengan nama Sent Entertainment Ltd.

Sent Entertainment Ltd, yang berdomisili di Inggris, dikendalikan oleh Bambang Hatono dan Robert Budi Hartono. Mereka merupakan bos perusahaan rokok kretek di Indonesia, Djarum, kekayaannya mencapai Rp 461 triliun.

Mirawan Suwarso, perwakilan Mola TV yang juga bagian dari salah satu usaha milik Djarum, dalam jumpa pers 2 tahun lalu membenarkan Como saat itu dalam status bermasalah hingga dinyatakan sebagai klub bangkrut di Italia. Karena itu, harganya juga murah, tidak sampai Rp 5 Miliar.

Lanjut Baca:

Menurut Mirawan, saat dibeli, klub dikeliling mafia, pengaturan skor hingga banyak tunggakan, termasuk listrik dan air. (Simak berita selengkapnya tentangan pembelian Como di tautan ini).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya