Resensi Film Teka-teki Tika: Ernest Prakasa Terus Gelisah, Sheila Dara Magnet Penarik Perhatian

Ernest Prakasa melepas film keenam, Teka-teki Tika, pada Desember 2021. Beranjak dari zona nyaman, ia menjajal genre baru. Berikut review filmnya.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 28 Desember 2021, 06:30 WIB
Poster film Teka-teki Tika. (Foto: Dok. Instagram @ernestprakasa)

Liputan6.com, Jakarta Setelah absen tahun lalu, Ernest Prakasa kembali melanjutkan tradisi merilis film saban Desember lewat Teka-teki Tika yang menempatkan Sheila Dara sebagai pemeran utama.

Alurnya bergerak dari rumah mewah Budiman (Ferry Salim) dan Sherly (Jenny Zhang). Pasutri ini menggelar jamuan makan malam bersama kedua putra mereka, Arnold (Dion Wiyoko) dan istri, Laura (Eriksa Rein) serta Andre (Morgan Oey).

Andre malam itu mengajak pacar baru, Jane (Tansri Kemala). Sempat diduga mirip Knives Out, Teka-teki Tika ternyata tak seperti dugaan prematur segelintir orang. Berikut review film keenam Ernest Prakasa.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 


Namanya Tika

Sheila Dara sebagai Tika dalam Teka-teki Tika. (Foto: Dok. Starvision Plus)

Hari itu, Budiman kedatangan tamu tak diundang. Namanya Tika (Sheila Dara) yang memperkenalkan diri sebagai anak kandung Budiman. Sherly syok berat saat Tika mengklaim punya barang bukti termasuk berkas yang tersimpan dalam amplop cokelat.

Keluarga ini makin syok manakala Tika tahu, Laura hamil anak laki-laki. Rahasia lain, tragedi Ambarawa yang menguak masa lalu Budiman yang ternyata tidak lurus-lurus amat sebagai suami. Tika minta uang 100 juta rupiah untuk tutup mulut.

Sebenarnya, duit segitu tidak besar bagi Budiman. Namun sebuah proyek yang masih mengambang dan potensi kredit macet membuat ia pikir-pikir menggelontorkan uang.

 


Duri Dalam Daging

Morgan Oey dalam film Teka-teki Tika. (Foto: Dok. Starvision Plus)

Naskah yang dikemas Ernest Prakasa memungkinkan para tokoh berkumpul di satu titik. Lalu, Tika menjelma akun gosip berjalan yang menguliti bobroknya anggota keluarga Budiman.

Tak semua bobrok namun, polah Tika sebagai karakter sentral sukses membuat keluarga Budiman jungkir balik. Bayangkan, orang asing datang lalu memosisikan diri sebagai duri dalam daging. Dicabut takut terasa sakit dan berdarah, tak dicabut mengganggu.

Sheila Dara membawakan Tika dengan genuin. Potongan rambutnya bikin pangling. Ekspresinya sesekali tampak karikatural, santai, dan suka-suka karena memegang kartu as masing-masing anggota keluarga.

Polahnya, bikin deg-degan. Atau minimal membuat penonton bertanya, “Habis ini, ngapain lagi nih orang.” Misteri digali Ernest Prakasa tanpa meninggalkan akarnya sebagai komedian.

Lanjut Baca:

Tetap saja ada pemantik tawa dan tugas ini berada di pundak pendatang baru Tansri Kemala. Dari obat merah hingga perkara shio, materi sederhana ini menjadi semacam relaksasi sebelum lanjut ke babak berikutnya. Titik lemah film ini, menurut kami, ada di penyelesaian masalah. Terasa menyederhanakan perkara padahal di awal, kedatangan Tika tampak membawa bom waktu. Kami ketar-ketir menanti ledakan. Apalagi dalam sesi kilas balik, kita melihat betapa bahayanya posisi Budiman di antara tangan-tangan pejabat publik yang enggak bersih-bersih amat.  

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya