Diapresiasi Ibu Negara, Guru Besar Haula Rosdiana Jadikan Puisi Karyanya Sebuah Lagu Baru

Prof. Dr. Dra. Haula Rosdiana, M.Si yang baru saja mendapat pujian dari ibu negara, memaknai Hari Ibu dengan menggelar acara Sewindu Pengabdian Guru Besar Kebijakan Pajak UI.

oleh Hernowo AnggieDiperbarui 24 Desember 2021, 20:35 WIB
Prof. Dr. Dra. Haula Rosdiana, M.Si , Guru Besar Perempuan Pertama dan Termuda Kebijakan Pajak di UI. (IST)

Liputan6.com, Jakarta Prof. Dr. Dra. Haula Rosdiana, M.Si, guru besar Ilmu Kebijakan Pajak perempuan pertama, termuda dan satu satunya di Indonesia, menggelar acara “Sewindu Pengabdian Guru Besar” Inspirasi Penguatan Perempuan dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Haula Rosdiana yang sudah sewindu menjadi Guru Besar, kerap mendapat tanggapan dan pujian dari berbagai tokoh penting di negeri ini. Di antaranya Ibu Negara Iriana Joko Widodo,

Acara yang dibuat untuk memperingati Hari Ibu 2021, digelar di Gedung Auditorium EDISI 2020, Gedung M Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indpnesia (UI) Depok.

Haula Rosdiana selain menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul “Inspirasi pengutan Peran Perempuan dalam Mencerdaskan Kehidupan bangsa”, juga kan mendapatkan Rekor Muri Sebagai sebagai Guru Besar Wanita pertama dan termuda di bidang Kebijakan Pajak.

 


Pajak adalah Darah Negara

Prof. Dr. Dra. Haula Rosdiana, M.Si , Guru Besar Perempuan Pertama dan Termuda Kebijakan Pajak di UI. (IST)

Kepada awak media Haula Rosdiana menyampaikan bahwa pajak adalah darahnya negara, makanya sangat menentukan eksistensi negara.

“Kalau bahasa seorang filosof pajak adalah nadi negara, maka saya katakan menurut saya pajak adalah darah negara, jadi pajak adalah nyawa yang menentukan eksistensi negara. Selain itu pajak adalah kunci termudah bagi negara untuk mendapatkan income tanpa harus meminjam dan membayar bunga,” jelas Guru Besar Bidang Ilmu Kebijakan Pajak pada Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI ini, pada Rabu 22 Desember 2021, di Kampus UI Depok.

Selanjutnya Perempuan yang memulai karirnya tahun 1992 sebagai asisten dosen mata kuliah Studi Kasus Perpajakan Internasional pada Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal Jurusan Ilmu Administrasi FISIP UI ini menambahkan bahwa Acara ini dimaksudkan untuk merefleksiken kembali apa yang sudah beliau lakukan selama 8 tahun.

“Acara ini sebagai bentuk refleksi saya selama delapan tahun sebagai guru besar perempuan pertama dan yang paling muda di bidang perpajakan. Kemudian kenapa diselenggarakan pada tanggal 22 Desember, saya mengambil momen peringatan Hari ibu. Kenapa hari Ibu?, karena semua manusia lahir dari rahim ibu, rahim kalau dilihat dari sifat ketuhanan, bisa diartikan sebagai kasih sayang yang tak pernah kenal Lelah."

Lanjut Baca:

"Seperti dalam lirik lagu ,Hanya memberi dan tak berharap Kembali’. Jadi peran perumpuan itu kasih sayang, dalam arti kepekaan sosial dan empati. Ini kalau dikembangkan akan melahirkan perpajakan yang berkeadilan soial,” tambah Ketua Kluster Riset UI Politik Perpajakan, Kesejahteraan dan Ketahanan Nasional ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya