Liputan6.com, Jakarta: Ketua Umum Partai Nasionalis Bung Karno Eros Djarot membantah tuduhan sebagai orang di belakang unjuk rasa di kota-kota besar menentang kenaikan harga bahan bakar minyak, tarif dasar listrik, dan telepon yang belakangan ditunda. Eros yang ditemui SCTV di Jakarta, Selasa (21/1), menyatakan luar biasa kalau dirinya bisa menggerakkan unjuk rasa mahasiswa di berbagai daerah.
Selain itu, Eros juga membantah tuduhan terkait dengan tokoh lain yang disebut-sebut laporan Badan Intelijen Negara sebagai penggerak dan mendanai demonstrasi mahasiswa. Mereka itu adalah Jenderal Purnawirawan Wiranto, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Adi Sasono, dan fungsionaris Partai Amanat Nasional Fuad Bawazier. Menurut Eros, ketiga tokoh itu berlainan visi [baca: Fuad Bawazier Membantah Mendanai Aksi Mahasiswa].
Mantan fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini memandang unjuk rasa itu malah digerakkan kebijakan-kebijakan pemerintah. Dengan kata lain, aksi protes adalah refleksi dari kekecewaan mereka atas kondisi sekarang. Eros mengakui memang berada di belakang rakyat tetapi bukan berarti sebagai penggerak unjuk rasa. Sutradara kenamaan ini dengan setengah berfilsafat yakin, kebenaran tak harus selamanya diucapkan, sebab kebenaran itu akan berbicara sendiri.(YYT/Dian Wignyo dan YuliSasmito)
Selain itu, Eros juga membantah tuduhan terkait dengan tokoh lain yang disebut-sebut laporan Badan Intelijen Negara sebagai penggerak dan mendanai demonstrasi mahasiswa. Mereka itu adalah Jenderal Purnawirawan Wiranto, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Adi Sasono, dan fungsionaris Partai Amanat Nasional Fuad Bawazier. Menurut Eros, ketiga tokoh itu berlainan visi [baca: Fuad Bawazier Membantah Mendanai Aksi Mahasiswa].
Mantan fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini memandang unjuk rasa itu malah digerakkan kebijakan-kebijakan pemerintah. Dengan kata lain, aksi protes adalah refleksi dari kekecewaan mereka atas kondisi sekarang. Eros mengakui memang berada di belakang rakyat tetapi bukan berarti sebagai penggerak unjuk rasa. Sutradara kenamaan ini dengan setengah berfilsafat yakin, kebenaran tak harus selamanya diucapkan, sebab kebenaran itu akan berbicara sendiri.(YYT/Dian Wignyo dan YuliSasmito)