Seruan Perdamaian dari Hiroshima Memorial Park

Siapapun yang mendapatkan kesempatan berkunjung ke Kota Hiroshima, Jepang, rasanya tidak lengkap jika tidak berkunjung ke Hiroshima Memorial Park atau yang biasa disebut sebagai Hiroshima Heiwa Kinen Koen.

oleh Liputan6 diperbarui 07 Jan 2013, 07:50 WIB
Citizen6, Semarang: Siapapun yang mendapatkan kesempatan berkunjung ke Kota Hiroshima, Jepang, rasanya tidak lengkap jika tidak berkunjung ke Hiroshima Memorial Park atau yang biasa disebut sebagai Hiroshima Heiwa Kinen Koen. Taman yang letaknya bersebelahan dengan Hiroshima Memorial Museum ini bukanlah sebuah taman biasa pada umumnya. Taman ini merupakan sebuah komplek yang didesain oleh seorang arsitek Jepang bernama Tange Kenzo untuk mengenang peristiwa jatuhnya Bom Atom di kota Hiroshima 6 Agustus 1945, yang memberikan luka mendalam bagi masyarakat Jepang.

Di taman ini kita bisa melihat berbagai monumen yang memiliki arti khusus untuk tiap monumen. Pada bagian paling dekat dengan museum dan berada di tengah taman terdapat sebuah plakat peringatan berbentuk bangunan melengkung setengah oval yang terbuka. Di bawah lengkungan itu terdapat Monumen Perdamaian Hiroshima yang berupa batu berbentuk hampir kubus yang terdapat tulisan-tulisan mengenai pentingnya arti perdamaian. Tidak jauh dari monumen tersebut, terdapat monumen api abadi perdamaian yang akan terus menyala sampai bumi ini bebas dari ancaman pemusnahan massal.

Hal yang sangat menyentuh hati adalah sebuah monumen yang terletak di sudut taman yang berupa patung anak perempuan yang merentangkan tangannya dan menjunjung sebuah kerangka bangau kertas raksasa. Monumen ini sebenarnya didedikasikan untuk seorang anak perempuan bernama Sasaki Sadako yang menderita penyakit karena radiasi pasca pengeboman kota Hiroshima 1945. Sadako melipat ratusan bangau kertas yang pada mulanya adalah merupakan lambang doa untuk kesehatan menurut tradisi orang Jepang hingga akhir hayatnya.

Semangat Sadako yang selalu menyerukan perdamaian melalui bangau-bangau kertas yang dilipatnya hingga akhir hidupnya ini diwujudkan dengan didirikannya monumen tersebut dengan bangau kertas sebagai lambang perdamaian dunia. Di bawah monumen ‘Sadako’ ini terdapat sebuah lonceng yang berbentuk bangau kertas pula. Pengunjung dapat membunyikan lonceng ini sebagai tanda ikut berpartisipasi dalam perdamaian dunia.

Satu lagi monumen yang paling dikenal oleh dunia, terletak di sisi kanan taman dan paling dekat dengan jalan raya, yaitu monumen berupa sisa-sisa gedung Promosi Industri Prefektur Hiroshima yang selamat dari ledakan bom atom atau “Kubah Bom Atom”. Monumen ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak 1996. Bangunan ini adalah saksi bisu kekejaman manusia yang tidak sepakat dengan perdamaian.

Setiap tahun pada 6 Agustus pukul 08.15 diadakan upacara mengheningkan cipta dan diikuti pula oleh kelompok musik sekolah-sekolah di Hiroshima. Melalui  Hiroshima Memorial Park ini kita bisa melihat bagaimana hancurnya hati rakyat Jepang setelah peristiwa pengeboman kota Hiroshima 67 tahun lalu. Dan kita juga bisa mengetahui bahwa rakyat Jepang sangat menjunjung arti perdamaian. Seharusnya kita sebagai warga dunia bisa ikut berpartisipasi dalam penegakan perdamaian. Tidak harus menunggu sampai tragedi Hiroshima terulang kembali? (Angga Pradipta/YSH)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya