TB Hasanuddin: Demokrat Bukan Musuh Kami

Pasca kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada pemilu 2004 lalu. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memutuskan untuk berada di luar pemerintahan atau oposisi.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 Januari 2013, 09:44 WIB

Pasca kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada pemilu 2004 lalu. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memutuskan untuk berada di luar pemerintahan atau oposisi.

Beberapa kali partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri tersebut juga menolak ajakan Partai Demokrat untuk menempati salah satu posisi menteri, baik di Kabinet Jilid I maupun Jilid II.

Namun, meski berada di luar pemerintahan untuk terus menjadi partai oposisi, PDIP menyatakan bahwa Partai Demokrat bukanlah musuhnya. Karena itu, Partai berlambang kepala banteng moncong putih ini akan terus menjalin silahturahmi dengan partai berlambang mercy tersebut.

"Kita menilai bahwa mereka (Demokrat) kan bukan musuh. Dia itu sahabat kita hanya berbeda partai tapi kan ada komunikasi politik. Lalu jangan putus silahturahmi hanya karena oposisi," kata Politisi Senior PDIP, Tubagus Hasanuddin saat berbincang dengan Liputan6.com, Minggu (6/1/2013).

Hasanuddin, yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menegaskan, meski dirinya kerap memberikan kritik terhadap Presiden SBY dan jajaran kabinet di bawahnya, tetapi pola etika dan politik santun terus dikedepankan.

Sehingga, ada yang bisa mengawasi kinerja-kinerja pemerintah untuk tidak keluar dari rel terhadap kebijakan yang pro terhadap rakyat. "Saya sering mengkritik pak Presiden dan para menterinya bukan beratti saya memusuhi mereka, jadi saya mohon maaf kalau ada yang kuran berkenan, Jadi kita berpolitik dengan santun lah," imbuhnya.

Lebih lanjut Hasanuddin, menjelaskan saat ini PDIP masih akan terus berada diluar lingkaran kekuasaan Presiden SBY. Lantaran mengacu pada hasil Kongres ke III PDIP di Bali lalu yang menyatakan akan tetap menjadi partai oposisi hingga akhir masa pemerintahan Presiden SBY.

"Kalau saat ini PDIP tetap berpedoman pada hasil kongres III di Bali bahwa kita tetap pada oposisi," pungkas Hasanuddin yang juga merupakan Ketua DPD PDIP Jawa Barat.

Lebih Jauh, Hasanuddin juga menjelaskan, meski saat ini ada beberapa Partai Politik yang telah memutuskan untuk menetapkan calon presidennya pada Pilpres yang akan datang tetapi hal tersebut tidak dilakukan oleh PDIP pada saat ini. Karena, jika ditentukan dengan cara yang tergesa-gesa maka hasilnya dirasa tidak akan baik.

"Belum itu belum, tidak usah tergesah-tergesa lah. Karena kalau kita tergesa-gesa malah akan tidak baik nantinya. Jadi kita sekarang mikirin dulu rakyat sampai seelsai baru mikirin jabatan," tukasnya. (ARI)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya