Liputan6.com, Samarinda: Ali Imron mengaku menyetir sendiri mobil Mitsubishi L-300 bermuatan bahan peledak ke pertigaan Sari Club, Legian, Bali. Selanjutnya tersangka koordinator peledakan Bali itu menyerahkan kemudi pada orang lain yang masih dalam pengejaran. "Katanya (Ali Imron) begitu," kata Ketua Tim Investigasi Bom Bali Inpektur Jenderal Polisi I Made Mangku Pastika kepada wartawan di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (14/1) siang.
Seperti diketahui, Ali Imron ditangkap di Pulau Brukang, Samarinda, Senin [baca: Ali Imron Ditangkap]. Menurut Made, Imron sudah sekitar dua minggu bersembunyi di pulau tak berpenghuni itu. Kemungkinan besar pulau yang dipenuhi tambak ikan itu dijadikan lokasi sela untuk kabur ke Malaysia. "Pulau itu kan dekat dengan Sabah," kata Made.
Adik kandung Amrozi--tersangka pengebom Bali yang pertama kali ditangkap-- ini diciduk bersama Mubarak yang juga tersangka kasus yang menewaskan lebih dari 180 orang. Sedangkan sembilan tersangka lain yang diduga bersama Ali masih diburu polisi. Sejauh ini, Ali Imron juga diduga membantu Dulmatin--tersangka Bom Bali yang masih buron-- merakit bom yang membumihanguskan Paddy`s Cafe dan Sari Club, 12 Oktober 2002.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Seperti diketahui, Ali Imron ditangkap di Pulau Brukang, Samarinda, Senin [baca: Ali Imron Ditangkap]. Menurut Made, Imron sudah sekitar dua minggu bersembunyi di pulau tak berpenghuni itu. Kemungkinan besar pulau yang dipenuhi tambak ikan itu dijadikan lokasi sela untuk kabur ke Malaysia. "Pulau itu kan dekat dengan Sabah," kata Made.
Adik kandung Amrozi--tersangka pengebom Bali yang pertama kali ditangkap-- ini diciduk bersama Mubarak yang juga tersangka kasus yang menewaskan lebih dari 180 orang. Sedangkan sembilan tersangka lain yang diduga bersama Ali masih diburu polisi. Sejauh ini, Ali Imron juga diduga membantu Dulmatin--tersangka Bom Bali yang masih buron-- merakit bom yang membumihanguskan Paddy`s Cafe dan Sari Club, 12 Oktober 2002.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)