Liputan6.com, Jakarta Cerita seorang dokter muda yang terlibat cinta segitiga dalam serial Kupilih Cinta kembali berlanjut. Pada episode ke-2 kali ini, Riri (Aurelie Moeremans) kembali mendapatkan kabar buruk.
Vidio Original Series yang diadaptasi dari novel karya Mira W berjudul Seandainya Aku Bisa Memilih ini datang dengan cerita yang lebih kompleks yang membuat penonton merasakan nasib buruk yang menimpa Riri.
Advertisement
Pada episode 1 Kupilih Cinta sebelumnya, Riri menemukan fakta bahwa dirinya tengah mengandung. Bingung dan tak ingin terlibat dalam komitmen, ia merahasiakan kabar ini dari kedua pacarnya.
Ia akhirnya mencari sang mama yang belakang ini tidak kunjung pulang ke rumah. Ia merasa butuh dukungan dari orang yang paling mengerti dirinya. Apa yang akan terjadi jika mamanya tahu bahwa anaknya sedang mengandung? Simak sinopsis Kupilih Cinta episode 2 di sini.
Penyangkalan Mama
Riri mendatangi kamar hotel di mana mamanya menginap. Ia bertanya kepada Mama Ratna (Moudy Wilhelmina) apa yang dilakukannya di hotel sendirian. Mamanya berdalih menjawab ingin berkontemplasi karena usianya yang tak lagi muda.
Mendengar jawaban ini, Riri kesal. Dirinya paham bahwa sang mama pergi dari rumah karena tahu bahwa Danang, ayah Riri selingkuh. Ratna tetap menyangkal apa yang dikatakan Riri. Ia berpura-pura tidak mengetahui apa yang sedang terjadi sebenarnya.
Riri menjadi semakin kesal dan meninggalkan Ratna. Ratna kembali membela suaminya dengan alasan bahwa lumrah sebagai manusia berbuat kesalahan. Riri berhenti dan memandang Ratna.
Pernyataan Ratna semakin memancing amarah Riri. Ia tak segan untuk menyebut bahwa ayahnya selama ini telah menjadi figur yang toxic untuk keluarga. Perdebatan ini pun berlanjut hingga ke lobi hotel.
Kesepian
Baik air mata Riri maupun Ratna jatuh karena membicarakan masalah yang tak kunjung selesai ini. Riri akhirnya memberanikan diri untuk memberitahu sang mama bahwa dirinya tengah hamil.
Sang mama tertegun dan menatap Riri beberapa detik. Pertanyaan tentang siapa orang tuanya pun dilontarkan oleh mama. Riri kembali frustasi. Emosi Riri akhirnya keluar. Ia memberi tahu mama bahwa selama ini dirinya kesepian.