Sinta Rani dari Model Catwalk Lebih Memilih Berjualan Kue

Sinta Rani mengaku bosan menjadi model dan memilih berjualan kue.

oleh Aditia SaputraDiperbarui 01 Desember 2021, 18:34 WIB
Sinta Rani

Liputan6.com, Jakarta Menjadi model tidak selamanya mengasyikan buat model cantik Sinta Rani. Model Tanah Air keturunan India ini memilih meninggalkan dunia modeling dan menjadi tukang kue.

Sudah 2 tahun lamanya, Sinta meninggalkan panggung modelling yang telah membesarkan namanya. Sebagai penggantinya, ia kini menjadi seorang pedagang kue. Perubahan profesi dari panggung megah ke tukang kue ini kadang menjadi bahan sindiran rekan dan teman seprofesinya.

"Oh jadi Tukang kue sekarang?" Ucapan-ucapan seperti itu menjadi ungkapan yang paling sering Sinta dengar belakangan ini.

Tapi di balik itu semua, ternyata ada hak yang membuat Sinta meninggalkan modelling. Salah satunya adalah kehilangan sang nenek pada 2019 yang membuatnya terpukul. Diperparah dengan COVID-19 yang melanda dunia. Berdampak dengan banyaknya event-event fashion week yang dibatalkan dan juga aktivitas di luar ruangan dibatasi pada saat itu.

Mengisi kesibukannya, Sinta mencoba membuat resep kue. Hal inilah rupanya yang membuat Sinta bisa lebih mengenang mendiang nenek tercinta.

"Baking itu membuat saya lebih dekat dengan Nenek saya, waktu kecil saya sering banget bikin kue ini itu sama nenek. Ketika beliau udah nggak ada itu kayak ada yang hilang dalam diri saya dan kayak gak terima begitu aja," ujar Sinta dengan mata berkaca-kaca.

"Dan momentnya tuh pas banget beberapa bulan sebelum Covid, jadi orang mikirnya pasti karena sudah jobless di model nih anak tapi kan nggak ada yang tau alasan terdalamnya apa dan gak penting juga saya harus menjelaskan satu persatu ke mereka," ujar Sinta.

 


Beralih

Sinta Rani

Tidak mampu berkeluh kesah dan menemui sang Nenek seperti biasa membuat Sinta mencari cara baru untuk lebih dekat dengan sang Nenek. Beranjak dari kenangan-kenangan dengan sang Neneklah yang membuat Sinta beralih profesi saat ini.

"Dari kecil kita (adik beradik) besar di tangan kakek nenek, karena orang tua selalu pergi keluar negeri mulu kan. Jadi kalau nenek itu lebih jadi sosok yang selalu ada buat kita. Khususnya buat aku, nenek itu my hero for everything," tambahnya lagi sambil menahan tangis.

Lanjut Baca:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya