Indonesia Butuh Rp 1.200 Triliun Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

Indonesia, sebagai negara berkembang, sangat membutuhkan investasi demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 23 November 2021, 15:10 WIB
Presiden Joko Widodo, beserta Menteri BUMN, para Menteri terkait serta Kepala BKPM meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah pada Selasa, 30 Juni 2020. Dok BUMN

Liputan6.com, Jakarta Indonesia, sebagai negara berkembang, sangat membutuhkan investasi demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya. 

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp1.200 triliun tahun depan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen.

Dia mengakui pekerjaan ini tidak mudah sebab naik 22 persen hingga 33 persen diatas target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Dan ini harus dilakukan kerja yang luar biasa masif," ujar Bahlil dalam diskusi online Berita Satu, Jakarta, Selasa (23/11/2021).

Peningkatan realisasi investasi sebesar 22 persen hingga 33 persen diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen hingga 6 persen. Hilirisasi menjadi andalan Kementerian Investasi untuk mengejar target itu.

"Saya punya keyakinan dengan pengalaman di 2021, dengan kombinasi sektor-sektor hilirisasi, maka insya Allah akan tercapai," jelas Bahlil.

Strategi pun sudah disiapkan. Pertama, selain melakukan promosi, institusi itu akan meyakinkan investor bahwa Indonesia adalah negara yang ramah investasi.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Perizinan Lebih Cepat

Simpang Susun Akses KIT Batang. (Dok. Kementerian PUPR)

Terlebih dengan diterbitkannya UU Cipta Kerja yang diklaim memberikan transparansi, efisiensi, kecepatan dan kepastian dalam mengurus perizinan.

"Selain kita promosi, kita yakinkan investor bahwa negara kita sudah berubah," kata Bahlil.

Kedua, Kementerian Investasi akan membantu layanan perizinan. Kemudian, lembaga itu juga akan membantu proses financial closing jika dibutuhkan. Kementerian akan memberikan layanan end-to-end kepada investor hingga realisasi investasi. Bantuan diberikan juga tidak hanya sampai konstruksi namun hingga produksi.

"Kalau ada yang ganggu, tanahnya tidak jelas atau persoalan apa, kita bantu sampai dia produksi," tandasnya.

Reporter: Anggun P Situmorang 

Sumber: Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya