FOTO: Aksi Damai Aktivis Lingkungan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan

oleh Johan FatzryDiterbitkan 23 November 2021, 14:00 WIB
Aksi Damai Aktivis Lingkungan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan
Dalam aksinya mereka mendesak lembaga jaminan dana sosial pekerja milik negara ini berhenti terlibat dalam investasi yang merusak lingkungan dan hidup masyarakat di Kalimatan Timur.
Aktivis Gerakan #BersihkanIndonesia menggelar aksi di Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Selasa (23/11/2021). Mereka mendesak lembaga jaminan dana sosial pekerja milik negara ini berhenti terlibat dalam investasi yang merusak lingkungan dan hidup masyarakat di Kalimatan Timur. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Aktivis Gerakan #BersihkanIndonesia menggelar aksi di Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Selasa (23/11/2021). Mereka mendesak lembaga jaminan dana sosial pekerja milik negara ini berhenti terlibat dalam investasi yang merusak lingkungan dan hidup masyarakat di Kalimatan Timur. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Aktivis Gerakan #BersihkanIndonesia menggelar aksi di Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Selasa (23/11/2021). Mereka mendesak lembaga jaminan dana sosial pekerja milik negara ini berhenti terlibat dalam investasi yang merusak lingkungan dan hidup masyarakat di Kalimatan Timur. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Aktivis Gerakan #BersihkanIndonesia menggelar aksi di Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Selasa (23/11/2021). Mereka mendesak lembaga jaminan dana sosial pekerja milik negara ini berhenti terlibat dalam investasi yang merusak lingkungan dan hidup masyarakat di Kalimatan Timur. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Aktivis Gerakan #BersihkanIndonesia menggelar aksi di Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Selasa (23/11/2021). Mereka mendesak lembaga jaminan dana sosial pekerja milik negara ini berhenti terlibat dalam investasi yang merusak lingkungan dan hidup masyarakat di Kalimatan Timur. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Aktivis Gerakan #BersihkanIndonesia menggelar aksi di Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Selasa (23/11/2021). Mereka mendesak lembaga jaminan dana sosial pekerja milik negara ini berhenti terlibat dalam investasi yang merusak lingkungan dan hidup masyarakat di Kalimatan Timur. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya