Kritik Relawan ke Jokowi Dinilai Sarat Kepentingan Politis

Ia menyampaikan relawan mesti mengawal kepentingan visi misi Jokowi. Bukan sebaliknya untuk kepentingan tertentu demi menggeser menteri yang disorot.

oleh Liputan6.comDiperbarui 13 November 2021, 21:05 WIB
Relawan Joko Widodo-Ma'ruf Amin nonton bareng pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Taman Aspirasi, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Ma'ruf Amin resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Kritik dari pihak yang menyebut pendukung lama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai harus murni untuk mengawal kepentingan visi dan misi presiden. Sebab, kritik yang dilontarkan saat ini dinilai tak lagi murni untuk kepentingan bangsa.

Koordinator Posko Relawan 01 Jokowi-KH. Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin), Andrew Parengkuan bahkan mengatakan, sejumlah kritik dari relawan Jokowi sebagai manuver karena diduga ada kepentingan tertentu.

Ia menyampaikan relawan mesti mengawal kepentingan visi misi Jokowi. Bukan sebaliknya untuk kepentingan tertentu demi menggeser menteri yang disorot.

"Selama 2 tahun periode kedua ini, kami melihat terdapat Oligarki Relawan karena, kepentingan-kepentingan tertentu melemparkan isu yang kontraproduktif terhadap usaha-usaha pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Termasuk isu minta reshuffle kabinet dan masalah naik turunnya harga PCR Covid-19," kata Andrew dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/11/2021).

Andrew menilai, pemerintahan Jokowi periode kedua telah berjalan selama 2 tahun 1 bulan sangat baik mengatasi pandemi Covid-19. Apalagi di masa periode jabatan Jokowi yang kedua ini, seluruh dunia termasuk Indonesia telah dilanda pandemi, namun bisa memulihkan keadaan ekonomi kembali baik.

"Pemerintahan Jokowi telah menangani pandemi dengan baik, sehingga menjadi salah satu negara yang terbaik dalam menangani pandemi. Selain itu, pemerintahan Jokowi saat ini telah berhasil menjaga kestabilan ekonomi maupun politik, walaupun terdapat ancaman resesi ekonomi yang besar pascapandemi Covid-19," kata Andrew.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Presiden Jokowi melalui Menteri BUMN Erick Thohir, mencopot relawan-relawan pembuat gaduh yang menduduki jabatan Komisaris BUMN.

"Itu karena telah menimbulkan persepsi negatif pada Pemerintahan Jokowi yang sudah dengan maksimal menanggani pandemi ini," jelasnya.

 

Tetap Bekerja dengan Baik

Pihaknya juga berharap Jokowi dan Kabinetnya tetap bekerja lebih baik dengan segala dinamika yang terjadi saat ini.

"Karena ada yang tidak mau Jokowi meninggalkan legacy yang baik untuk bangsa ini. Menegaskan, pada seluruh jaringan Relawan Jokowi, jangan merusak nama baik relawan dengan meminta-minta jabatan atau menganggu kinerja Jokowi dan Kabinetnya," jelasnya.

 

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya