Prabowo: Nama Saya Identik dengan 1998

Pada kerusuhan massal 1998, Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad dituding akan melakukan kudeta terhadap Presiden BJ Habibie.

oleh Liputan6 diperbarui 18 Des 2012, 14:52 WIB
Pada kerusuhan massal 1998, Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) dituding akan melakukan kudeta terhadap Presiden BJ Habibie. Sejak saat itulah, ia merasa namanya sangat identik dengan tragedi itu.

"Kalau orang dengar Prabowo langsung teringat atau dikaitkan dengan Kopassus, Tentara, dan kudeta. Ini kan urut-urutanya, pada 1998 kira-kira begitu," ungkapnya di Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).

Tetapi, lanjut dia, semua itu tidak benar. Sebab generasinya adalah orang-orang yang dididik untuk berjuang menegakkan demokrasi.

"Kita lahir dari generasi 1945 yang berjuang untuk kemerdekaan, orang tua kita alamai penjajahan Belanda, Jepang dan merdeka, lalu pergolakan daerah, pertempuran ideologi. Jadi orang tua kita mengalami pergolakan jatuh bangunnya Indonesia. Generasi kami terbentuk pemahaman, bahwa bangsa yang maju, kuat beradab adalah bangsa yang damai, rukun, demokratis," paparnya.

Ia pun bercerita, pada umur 18 tahun sudah mengangkat sumpah untuk membela negara Indonesia yang berideologi Pancasila sebagai tentara. Ia pun mempertaruhkan sumpah itu di daerah-daerah dengan nyawa tanpa memikiran jabatan dan uang.

"Jadi di kalangan kami demokrasi adalah keyakinan. Kita percaya bahwa negara yang heterogen membutuhkan sistem yang rasional, akhirnya sistemn demokrasi. Dan kita tak pungkiri pemuda sebelum kita dipengaruhi barat, hampir pemipin kita sebelumnya sekolah di barat," imbuh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini.(Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya